Agar Tak Boros di Akhir Tahun, Simak 4 Tips Berbelanja Bijak Menurut Ulama Islam

WARTABANJAR.COM – Sudah menjadi kebiasaan masyarakat saat menjelang akhir tahun terjadi euforia belanja lantaran banyaknya tawaran diskon dari penjual.

Itu terjadi baik pada penjualan langsung maupun online.

Masyarakat sering tergiur dengan tawaran diskon, giveaway, cuci gudang, sehingga membuat ‘lupa diri’ saat berbelanja.

Jika tidak bijak, bisa saja tawaran seperti ini membuat kalap dan tidak memikirkan besarnya pengeluaran.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kendali atas pengeluaran agar harta yang kita miliki tidak hilang begitu saja.

Baca juga:Baru Diresmikan Maret Lalu, Jalan Beton Akses ke Samarinda Ambles dan Patah Digerus Hujan

Dilansir NU Online, dalam Ahkamus Suq Jilid I (Istanbul, Markazul Buhuts al-Islamiyah Istanbul: 263), seorang ulama Andalusia bernama Yahya al-Kinani memberikan panduan penting tentang pengelolaan uang.

Al-Kinani, yang konsisten dengan Mazhab Malikiyyah, mengungkapkan pandangan-pandangannya terkait etika berbelanja yang masih relevan hingga saat ini.

Yahya al-Kinani memulai pembahasannya dengan merujuk pada ayat Al-Quran surat Al-Furqan ayat 7 dan 20 yang menunjukkan bahwa Rasulullah juga akrab dengan dunia pasar. Ayat tersebut menyebutkan “Dan mereka berkata, ‘Mengapa Rasul (Nabi Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?'” (QS. Al-Furqan: 7)

Dalam Al-Muharrar Al-Wajiz fi Tafsiril Kitabil Aziz Jilid IV (Beirut, Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 1422: 205) yang ditulis oleh Ibnu Athiyyah Al-Andalusi menjelaskan bahwa bahwa konteks ayat tersebut adalah orang-orang kafir saat itu berkata, “Mengapa pria yang mengaku sebagai Rasul ini (Muhammad) memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti kita? Jika dia benar seorang Rasul, mengapa tidak diturunkan malaikat bersamanya untuk memberikan peringatan sehingga kami dapat mengetahui kebenaran perkataannya?”

Baca juga: Komisi I DPRD Kalsel dan Diskominfo Bahas Pembentukan Tim Seleksi KPID

Menanggapi hal tersebut, Allah menurunkan QS. Al-Furqan ayat 20 untuk menghibur dan menenangkan hati Nabi Muhammad SAW, dengan menjelaskan bahwa para rasul sebelum beliau pun melakukan aktivitas serupa, yaitu makan, minum, dan berjalan di pasar. Allah berfirman: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar.” (QS. Al-Furqan: 20)

Ayat ini menyimpulkan bahwa aktivitas Nabi SAW yang turut berniaga di pasar adalah hal wajar dan sejalan dengan kehidupan masyarakat Mekkah pada masa itu.

Tidak ada yang salah dengan keberadaan pasar; yang penting adalah bagaimana para pelakunya mengelola dan bertanggung jawab atas harta yang dimiliki.

Empat Tips Berbelanja Ideal Menurut Yahya al-Kinani Yahya al-Kinani, dalam karyanya Ahkamus Suq halaman 265, menjelaskan empat tips penting untuk menjaga pengelolaan uang agar aktivitas belanja tidak menjadi jebakan bagi kehidupan finansial.

Berikut adalah poin-poinnya sebagaimana dilansir NU Online:

1. Utamakan Belanja untuk Kebutuhan
Hindari Pemborosan Al-Kinani menekankan bahwa belanja sebaiknya difokuskan pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan yang berujung pada pemborosan.

Selain itu, ia juga menganjurkan untuk mendahulukan produk Muslim, terutama yang tidak bertentangan dengan syariat, seperti menjauhi barang haram, termasuk alkohol (hlm. 267).