Bisakah Pilkada Lewat DPRD Tanpa Politik Uang? Komisi II DPR Berpikir Keras
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD mengemuka dengan alasan utama guna menghemat biaya. Sebab pilkada langsung cenderung berhamburan uang guna meraih kemenangan.
Bisakan pilkada lewat DPRD tanpa keluar biaya besar? Kini upaya untuk menjawab hal itu dipikirkan kalangan DPR.
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda atau biasa disapa Rifqi mengatakan pihaknya bakal mengkaji formula yang tepat dalam menyusun aturan tentang kepala daerah dipilih DPRD. Formula tersebut, termasuk soal pencegahan politik uang.
Baca juga:Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, PDIP Tegaskan Pilkada Langsung Tetap yang Terbaik!
"Kita harus mencari formula yang tepat agar korupsi dan money politics itu tidak beralih ke partai politik dan DPRD, agar traumatik politik masa lalu tidak terulang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/12).
Rifqi mengakui, kepala daerah dipilih DPRD pernah diterapkan Indonesia sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Namun, dalam implementasinya justru kontraproduktif dari harapan karena tak bisa menjawab masalah dampak pemilihan langsung, seperti politik uang.
"Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang dahulu mengamanatkan pemilihan gubernur, bupati, wali kota melalui DPRD, diwarnai aksi premanisme politik dan politik uang di berbagai tempat. Kita harapkan hal semacam itu tidak terulang kembali," tutur politisi Nasdem ini.
Komisi II DPR, kata Rifqi, akan mempertimbangkan sejumlah aspek agar formulasi aturan kepala daerah dipilih DPRD relevan dan berkesesuaian dengan cita-cita demokrasi yang bertumbuh.
Menurut dia, politik uang yang terjadi dalam praktik pemilihan langsung maupun tidak langsung menjadi pertimbangan dalam implementasi sistem pilkada.
Baca juga:PDIP Soal Pilkada Langsung Mahal: Jangan Rakyat Disalahkan, yang Menabur Uang kan Elit
"Usul agar budaya dan kultur politik kita tidak barbarian, termasuk soal money politics, menjadi salah satu pertimbangan penting kenapa pemilihan itu tidak lagi dilakukan secara langsung,” pungkas Rifqi terkait pilkada dipilih DPRD.(pwk)
Editor:purwoko