WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Muhammad Anis Matta menyerukan komunitas internasional agar memutus segala bentuk hubungan ekonomi dengan Israel. Upaya itu untuk menekan zionis menghentikan agresinya terhadap bangsa Palestina. Usulan tersebut disampaikan Anis Matta dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)-Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Senin (11/11/2024). Hal itu sebagai aksi bersama menghentikan genosida di Palestina sebagaimana dipantau Wartabanjar.com melalui kanal YouTube KBRI di Riyadh, Selasa (12/11/2024). “Kami menyerukan untuk melanjutkan pemutusan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Israel serta perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Zionisme global,” ucap Anis dalam KTT tersebut dalam bahasa Arab. Baca juga: Demi Swasembada Pangan, Kementan Sederhanakan Pupuk Sampai Petani Langsung Untuk semakin menekan Israel, Wamenlu RI menyerukan supaya negara-negara, khususnya negara anggota OKI dan Liga Arab, menghentikan semua proyek-proyek Israel yang sedang berjalan di tempat mereka. Sebagai pengganti atas potensi kehilangan pendapatan, Anis mendorong supaya negara-negara anggota OKI dan Liga Arab, khususnya, menguatkan kegiatan ekonomi dan memperbesar volume perdagangan antara satu sama lain. “Terutama dalam produk-produk yang diproduksi di negara-negara Arab dan Islam,” kata dia. Dengan demikian, untuk mencapai hal tersebut, Wamenlu RI menegaskan pentingnya solidaritas masyarakat Muslim maupun Arab yang berempati terhadap penderitaan saudara mereka di Palestina. Baca juga: Jelang Timnas Indonesia Hadapi Jepang, Siap All Out Rebut Peluang Lolos Mereka hendaknya mengambil peran mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan memastikan terbukanya semua saluran untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan di Gaza, ucap dia. Anis mendorong pula terbentuknya aliansi global antara negara-negara Selatan Global dan negara-negara lain yang mendukung kemerdekaan Palestina untuk mencapai tujuan bersama tersebut. “Di saat yang sama, kami juga menyerukan supaya semua bentuk perlawanan dari faksi-faksi Palestina dipandang sebagai hak hukum bagi setiap bangsa yang tertindas dan bukan sebagai sebuah ‘tindakan terorisme’,” kata Wamenlu RI. Baca juga: Maccabi Tel Aviv dipermalukan Ajax 0-5, Suporter Israel Bikin Rusuh Amsterdam Selain langkah-langkah di atas, Anis turut menyerukan supaya komunitas internasional meningkatkan tekanan politik dan diplomatik terhadap Israel untuk mengakhiri perang di Gaza serta Lebanon, termasuk dengan menolak normalisasi hubungan dan mengusulkan dikeluarkannya negara tersebut dari PBB. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko