WARTABANJAR.COM, BALANGAN -  Desa Balida Kecamatan Paringin kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam ajang Lomba Inovasi Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Lomba ini sendiri berlangsung pada Jumat dan Sabtu (08-09/11/2024) di Kota Banjarbaru. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Balangan. Desa Balida tidak hanya menarik perhatian dewan juri melalui inovasi yang ditampilkan, tetapi juga sukses menyajikan stand terbaik dalam ajang tersebut. Dalam kegiatan, desa tersebut menampilkan berbagai inovasi di bidang seperti teknologi, pertanian, dan ekonomi kreatif. Baca juga: Ungkap Narkoba Hingga Rp31,8 Trilyun, Kapolri: 262 Juta Jiwa Diselamatkan Kepala Desa Balida, Sahridin, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian ini. "Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Dinas PMD Balangan. Penghargaan ini adalah bukti kerja keras bersama dan semangat inovasi yang terus kami dorong di Desa Balida," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com, Minggu (10/11/2024). Lomba tersebut diikuti puluhan desa se-Kalimantan Selatan yang menekankan pada aspek keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan manfaat ekonomi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Balangan untuk terus berinovasi dan memperkuat pembangunan desa. "Semoga kemenangan ini menjadi langkah awal untuk mencapai desa yang lebih maju dan mandiri," harapnya. Baca juga: Polisi: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92 Libatkan Lebih 10 Kendaraan Dilansir dari Wikipedia, Balida adalah salah satu desa di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Wilayah desa tersebut mencapai 9 kilometer persegi dengan jumlah penduduk berkisar 924 jiwa. Semetara kepadatan penduduk mencapai 102 jiwa per kilometer persegi. Sejarah Desa Balida pada masa lampau hanya merupakan lahan atau ladang perkebunan yang selanjutnya oleh warga dijadikan tempat tinggal. Tempat tinggal tersebut bertujuan untuk menjaga kebun lahan pertanian. Lama kelamaan semakin banyaknya warga yang berdiam di wilayah tersebut sehingga akhirnya dijadikan suatu pemukiman kelompok masyarakat, Yang mana warganya selalu bertambah setiap tahunnya baik dari kelahiran maupun dari kedatangan warga dari desa tetangga atau desa lainnya. Baca juga: Ngeri! Detik-detik Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Terekam Dashcam Mobil Ambulance Desa ini merupakan hasil pemekaran dari tiga desa. Yaitu Desa Balang, Desa Murung Ilung dan Desa Balida. Dulunya desa tersebut menduduki wilayah empat desa yaitu Desa Balang, Desa Mangkayahu, Desa Murung Ilung dan Desa Balida yang dipimpin hanya satu Kepala Pemerintahan. Sejak pemekaran dari Desa Balang, maka desa ini memiliki otonomi sendiri dengan satu Kepala Desa di mulai sekitar tahun 1970. (Alfi) Editor: Sidik Purwoko