WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Rencana Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mencetak 500 ribu hektare sawah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) disambut baik oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Kartoyo. Kabar tersebut menjadi angin segar bagi petani dan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya memang di Kalsel potensi lahan pertanian sangat besar sekali. "Mudah-mudahan nanti itu bisa terealisasi karena di Kalsel sendiri sudah muncul para petani milenial," ujar Kartoyo kepada wartabanjar.com di gedung DPRD Kalsel, Kamis (7/11). Baca Juga Konser Gratis NDX A.K.A, Rossa, dan Rhoma Irama  Ia juga berharap semoga petani bisa berkembang dengan adanya smart farming atau sistem pertanian terintegrasi dan berbasis teknologi digital yang diciptakan untuk proses produksi. "Serta meminimalkan dampak negatif produksi terhadap lingkungan dan terwujudlah kita sebagai gerbang logistik IKN," harapnya. Politisi Senior Partai NasDem ini menambahkan semoga masalah pangan di Kalsel bisa terselesaikan. "Dengan harapan yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan, di Kalsel ditarget cetak sawah seluas 500.000 hektare terealisasi dengan semestinya," tambahnya. Menurutnya Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat untuk mewujudkan swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kementan mulai melakukan cetak sawah di Kalimantan Selatan, setelah Merauke dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Ir H Syamsir Rahman mengatakan cetak sawah seluas 500.000 hektare ada di semua kabupaten/kota di Kalsel. "Dengan pembagian paling sedikit di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru,sedangkan terbanyak di Kabupaten Kotabaru ada 94 ribu hektar," ujarnya saat ditemui wartabanjar.com pada Rabu (6/11) kemarin. Dijelaskannya, cetak sawah seluas 500.000 hektar dilakukan selama 4 tahun, tahun pertama 2025 ada sebanyak 150.000 hektar, 2026 ada 150.000 hektar, 2027 sebanyak 150.000 hektar dan tahun 2028 sebanyak 50.000 hektar untuk menuju swasembada pangan nasional. "Kalsel adalah provinsi ke 11 untuk menjaga ketahanan pangan produski nasional, untuk regional Provinsi Kalsel merupakan nomor 1 yang surplus sedangkan yang lainnya minus baik Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kaltara. Ini harus kita pertahankan lagi," tutupnya. (Thania Ang) Editor Restu