WARTABANJAR.COM, PONTIANAK – Tim Perjalanan Mengenal Borneo batch #1 meluncurkan buku Khazanah Arsitektur Dayak. Rilis buku yang menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak di Kalimantan itu mendapat dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Peluncuran buku buku Khazanah Arsitektur Dayak ini kita laksanakan berbarengan dengan tiga agenda utama, yakni peluncuran buku Khazanah Arsitektur Dayak, diskusi dialog bertajuk Masa Depan Heritage di Kalimantan Barat, serta Heritage Booth Camp di Rumah Betang Nek Bindang, Kabupaten Sanggau,” kata salah satu anggota tim, Arniyanti seperti dikutip Wartabanjar.com di Kabupaten Sanggau, Minggu (13/10/2024).

Dia mengatakan, peluncuran buku Khazanah Arsitektur Dayak akan menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak. Buku ini mengkaji 11 rumah betang di Kalimantan yang dipilih berdasarkan keaslian, umur, dan keunikan arsitekturnya.

Baca juga: Solidaritas Hakim Selesai Cuti Bersama, Ini Yang Akan Dilakukan

Dalam peluncuran ini, kontributor yang terlibat dalam penulisan akan memaparkan karya mereka, disusul dengan tanggapan dari sejumlah ahli, seperti Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Yori Antar dari Uma Nusantara, serta Valentinus Pebriano dari Universitas Tanjungpura.

Diskusi mengenai masa depan heritage di Kalimantan Barat akan menghadirkan tiga tema penting, yaitu aksi regulasi yang sedang berjalan, langkah yang perlu dilakukan, dan kebutuhan masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya.

Diskusi itu dipandu oleh Yeni Mada dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan melibatkan para ahli, termasuk M. Andri WP dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII Kalimantan Barat, Valentinus Pebriano, serta Herman, pemuda dari Desa Balai Belungai.

Baca juga: Gol Ronaldo ke-133 Bawa Portugal Mantab di Puncak Klasemen