WARTABANJAR.COM, MEDAN - Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 resmi ditutup di Stadion Utama Sumatera Utara (Sumut), Deli Serdang, Jumat (20/09/2024). Empat tahun mendatang, pesta olahraga terbesar di Indonesia ini akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Safrizal ZA dan Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Aceh kemudian menyerahkan bendera PON kepada Ketua KONI Pusat Marciano Norman. Bendera itu kemudian diserahkan kepada Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hasan Hassanudin yang didampingi Ketum KONI NTB. Sedangkan Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Agus Fatoni yang didampingi Ketua KONI Sumut menyerahkan bendera PON kepada Ketum KONI Pusat Marciano, Bendera itu juga dilanjutkan kepada Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto yang didampingi Ketua KONI NTT. Baca juga: IKN Dapat Hibah Teknologi Pusat Komando dari AS Hingga Rp 115,3 Milyar NTB dan NTT sama-sama mengibarkan bendera PON, tanda keduanya siap menggelar pesta olahraga tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan spektakuler dari seniman tari dari berbagai penjuru nusantara dari Sumut, Jakarta, NTB, NTT, bersama dengan penampilan Tri Vanita yang memadukan seni tradisional dengan sentuhan modern dalam nyanyian lagu Ikan Nae Di Pante. Dalam gelaran kali ini, Jawa Barat menjadi juara umum setelah mengoleksi 195 emas, 163 perak, dan 182 perunggu. Sementara runner up diduduki Jakarta dengan koleksi 184 emas, 150 perak dan 145 perunggu. Tempat ketiga diduduki Jawa Timur dengan 146 emas, 136 perak dan 143 perunggu. Baca juga: Kompolnas Apresiasi Penangkapan Pelaku Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan Tuan rumah Sumut berada di posisi keempat dengan 79 emas, 59 perak, dan 116 perunggu, sedangkan Aceh di posisi keenam dengan 65 emas, 48 perak, dan 79 perunggu. PON 2024 ditutup oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. PON XXI Aceh-Sumut disebut-sebut kontroversial menyusul banyaknya permasalahan dalam pelaksanaannya. Permasalahan itu mulai keluhan atlet dan official atas makanan yang ala kadarnya hingga honorarium para pemain. Bahkan kondisi sejumlah venue atau lokasi pertandingan maupun sarana pendukungnya dinilai tidak layak untuk gelaran tingkat nasional tersebut. Baca juga: Pembatasan BBM Bersubsidi Belum Berlaku pada 1 Oktober Tak hanya itu, sejumlah cabang olahraga juga dipimpin wasit yang dirasa kurang kompeten. Tak pelak jika laga sepakbola antara tim tuan rumah Aceh versus Sulawesi Tengah terjadi insiden pemukulan wasit yang dirasa membela tuan rumah. Wakil Jaksa Agung Feri Wibisono yang ditunjuk menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawalan Penyelenggaraan (PON) XXI pun mempersilakan kepada masyarakat atau siapa saja untuk melaporkan jika memang menemukan adanya penyimpangan. “Silahkan saja lapor kepada aparat penegak hukum jika memang menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam bentuk tindak pidana,” kata Feri. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko