“Kami ingin menjelaskan bahwa apa yang beredar di media sosial adalah contoh nasi boks yang resmi untuk PON XXI wilayah Sumut. Ini khusus untuk panpel, LO, dan perangkat pertandingan,” jelasnya.
Menpora juga menjelaskan bahwa satu boks nasi tersebut mengandung sekitar 1.000 kalori, dengan komposisi nasi, daging atau ayam, telur, dan sayur.
“Ini jelas bukan untuk atlet. Untuk atlet, konsumsi mereka disediakan secara full board oleh hotel tempat mereka menginap. Mereka mendapatkan sarapan prasmanan, makan siang yang dikirim ke venue, dan makan malam prasmanan lagi di hotel,” tegas Menpora Dito.
Konsumsi untuk atlet, lanjut Menpora, memiliki standar gizi yang lebih tinggi. “Konsumsi untuk atlet mengandung protein yang di-double, dan rasio antara protein dan karbonya sudah dihitung oleh dokter gizi. Jadi, kandungan gizinya juga sudah disesuaikan,” tambahnya.
Menpora Dito juga menanggapi video yang beredar mengenai nasi boks untuk atlet, yang menurutnya perlu dikroscek lebih lanjut. “Video tersebut beredar sehari sebelum pertandingan. Kami langsung mengevaluasi dan memperbaiki situasi tersebut agar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” pungkasnya.(atoe)
Editor Restu







