Satgasus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Monev Program Kementan

Baca juga: Bareskrim Polri Ringkus 8 Tersangka Pembuat Uang Palsu di Bekasi

Dengan kegiatan kali ini diharapkan ketahanan pangan bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Jika penyaluran air ke Sawah petani tepat guna, maka petani akan lebih bisa meningkatkan volume jumlah panennya. Namun demikian proyek-proyek ini harus tetap dilaksanakan secara proper dan tidak mengesampingkan mutu apalagi dilakukan dengan cara-cara yang korup.

Ketua Tim Satgasus Harun Al Rasyid menyatakan, dari pemantauan di 12 titik, mayoritas sudah termanfaatkan. Namun masih terdapat beberapa kendala seperti yang disampaikan kelompok Tani (poktan), dalam dialog bersama Pemkab Manggarai Barat.

”Nggak usah kawatir. Kalau jujur, pasti selamat. Ukuran mencuri itu, kalau dia melakukan sesuatu dan jika diketahui orang lain, malu maka itu tanda-tandanya nggak mau disaksikan orang lain. Tanya pada diri sendiri: kalau saya melakukan itu, Tuhan marah apa tidak. tidak perlu tanya orang lain.” Kata Harun.

Baca juga: Peringati Maulid Nabi Muhammad, Pemkab Banjar Gelar Pasar Murah di Kecamatan Gambut

Sementara Rahmanto, perwakilan Kementan memberi solusi jika sumber airnya di atas bisa dilakukan dengan pompanisasi. Kementan juga bisa memfasilitasi namun berbeda tahunnya.

“Misal tahun ini damparit, tahun depan RJIT, tahun depannya lagi pompanisasi. Bisa lewat pengajuan bisa juga diskresi pimpinan atau aspirasi. Fokusnya untuk peningkatan produksi pangan.” ujarnya. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko