WARTABANJAR.CO, BANJARBARU - Polisi menangkap YI, seorang manager restoran di Landasan Ulin, Banjarbaru Kalimantan Selatan. Dirinya harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Liang Anggang karena mencuri dan menghabiskan uang hingga Rp. 23 juta di ATM milik korban AM (24), warga Banjarmasin Utara. Awalnya AM (24) tak menyadari jika kartu tabungannya itu raib diembat orang. Dirinya baru tahu setelah mendapatkan SMS M-Banking yang berisi notifikasi bahwa ada penarikan saldo miliknya beberapa kali. "Kejadian pertama pada tanggal 11 Agustus 2024, ada pemberitahuan penarikan uang sebanyak empat kali sebesar 2,5 juta," ungkap Kapolsek Liang Anggang, Kompol Yuda Kumoro Pardede seperti dikutip Wartabanjar.com, Sabtu (24/8/2024) Kemudian, satu hari setelahnya yakni tanggal 12 Agustus 2024, dirinya kembali menerima pemberitahuan penarikan uang sebanyak empat kali. Penarikan itu dilakukan dengan nominal yang sama yakni 2,5 juta. Baca juga: Identitas Santri Diduga Tenggelam di Sungai Martapura "Lalu di hari yang sama ada pemberitahuan transfer ke bank lain sebesar 3 juta rupiah," lanjutnya. Merasa ada yang janggal, korban berusaha mengecek saldo di rekeningnya. Ia baru tersadar bahwa kartu ATM miliknya telah hilang. "Korban pun segera melakukan pemblokiran rekening ke bank dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Liang Anggang dengan kerugian Rp. 23 Juta," tambahnya. Mendapatkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Liang Anggang segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dari keterangan korban dan para saksi, penyidik mencurigai YI lah pelakunya. Baca juga: Prabowo Subianto Keluhkan Masih Lambannya Birokrasi Indonesia "Setelah itu YI dimintai keterangan. Setelah satu jam akhirnya dia mengaku, bahwa dialah yang mengambil kartu ATM milik korban," jelasnya lagi. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui bahwa ia mengambil ATM milik korban dan beberapa kali mencoba untuk memasukkan PIN ATM. Hingga akhirnya pelaku bisa memasukkan PIN yang benar. "Pelaku sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya," tutupnya. Karena itu, masyarakat diharapkan berhati-hati saat melakukan transaksi dimanapun, entah itu di restoran, swalayan dan transaksi di tempat lainnya. Bahkan, belakangan ini muncul tindakan kejahatan baru yang dikenal dengan Skimming, dimana pelaku menempelkan alat skimmer untuk mencuri informasi dari kartu debit atau kredit. Baca juga: Ingin Ambil Peci yang Jatuh ke Sungai, Seorang Santri Diduga Tenggelam di Martapura Maka dari itu, untuk menghindari tindak kejahatan tersebut, beberapa tips aman bertransaksi menggunakan mesin ATM yakni memilih lokasi yang ramai, memeriksa mesin ATM sebelum bertransaksi, selalu waspada dengan kondisi sekitar dan menggunakan pembayaran dengan cara Cardless alias tanpa kartu dengan cara transfer atau menggunakan barcode. (nurul octaviani) Editor: Sidik Purwoko