Profil Rizki Juniansyah Peraih Emas Kedua untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Tim Indonesia kembali menambah perolehan medali emas dari cabang angkat besi melalui lifter Rizki Juniansyah.
Dengan raihan ini, dari hasil sementara Indonesia meraup 2 emas dan 1 perunggu, menempati peringkat 28.
Emas lainnya diperoleh Veddriq Leonardo dari cabang panjat tebing, dan 1 perunggu dari Gregoria Mariska Tunjung di cabang bulutangkis putri.
Rizki berhasil meraih emas di kelas 73 Kg pria setelah mengalahkan pesaing terkuatnya dari China.
Rizki Juniansyah lahir 17 Juni 2003 di Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga: Indonesia Raih Emas Kedua Olimpiade Paris 2024 dari Rizki Juniansyah Cabang Angkat Besi
Ia adalah Juara Dunia Junior 2021 dan 2022 kelas 73 kg putra. Ia merupakan pemegang rekor dunia senior dalam angkatan Total, rekor dunia junior dalam angkatan Snatch, serta 3 rekor SEA Games pada kelas 73 kg putra.
Rizki tumbuh dalam keluarga atlet. Sang ayah, Mohamad Yasin, adalah mantan atlet angkat besi nasional yang berpengalaman meraih prestasi di SEA Games antara 1983-1993.
Sang ibu, Yeni Rohaeni, merupakan atlet angkat berat Provinsi Banten.
Kedua kakaknya dan kakak iparnya pun menggeluti olahraga angkat besi sebagai atlet.
Sejak kecil, Rizki dilatih oleh ayahnya di Sasana milik sang ayah. Ia berlatih sejak kelas 4 SD.
Prestasi telah ia raih dari tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
Baca juga: Presiden Beri Selamat Veddriq Leonardo Raih Emas Perdana
Rizki merintis karirnya di usia muda dengan meraih medali emas Kejurnas Antar-PPLP 2017 dan medali emas Kejurnas PPLP 2018.
Selain itu, ia telah meraih medali Pekan Olahraga Daerah (Popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili Banten.
Perjalanan ke Olimpiade Paris
Agar memenuhi syarat untuk Paris 2024, semua atlet angkat besi harus berkompetisi di Kejuaraan Dunia IWF 2023 di Riyadh, Arab Saudi, di Piala Dunia IWF 2024 di Phuket, Thailand, dan juga di tiga atau lebih turnamen kualifikasi Olimpiade.
Selain kompetisi yang diwajibkan, Rizki berkompetisi di beberapa kualifikasi Olimpiade, yaitu dalam ajang Kejuaraan Dunia 2022 (Bogotà , Kolombia), IWF Grand Prix 1 2023 (Havana, Kuba), dan Kejuaraan Asia 2024 (Tashkent, Uzbekistan).
Dalam perjalanan ke Olimpiade Paris, Rizki sempat mengalami tantangan berat, di mana ia harus menjalani operasi usus buntu pada akhir Agustus 2023 dan diwajibkan rehat dalam berlatih angkat besi selama 5-6 bulan.
Pada akhir Januari 2024, ia baru bisa kembali berlatih angkat besi dan mempersiapkan diri di kompetisi angkat besi selanjutnya.
Rizki Juniansyah kemudian dipastikan lolos ke Olimpiade Paris 2024 setelah menjadi juara IWF World Cup 2024 di Phuket, Thailand.
Dengan total angkatan 365 kg, Rizki sukses memecahkan rekor dunia Total kelas 73 kg putra yang sebelumnya dipegang oleh lifter Tiongkok, Shi Zhiyong (364 kg). (ernawati)
Editor: Erna Djedi