Dua Petinggi Gerindra Temui Keluarga Orang Hilang ’98, Begini Kata Aktifis

“Karena pertemuan ini memang tidak masuk akal, membicarakan persoalan rekonsiliasi dengan Prabowo,” kata Wahyu sebagaimana dilansir Tempo, Senin (05/08/2024).

Menurut Wahyu, saat ini keluarga orang-orang yang hilang di periode tersebut masih konsisten menuntut pertanggungjawaban Prabowo. Tuntutan itu atas dugaan keterlibatannya dalam kasus penghilangan paksa.

“Jadi pertemuan itu hanya manuver, tidak merepresentasi pertemuan dengan keluarga aktivis orang hilang,” kata Wahyu.

Baca juga: Presiden Jokowi Terima Miss Supranational 2024 di Istana

Aktivis 98 sekaligus eks Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik atau PRD Petrus Hariyanto juga mengkritik pertemuan dua orang dekat Prabowo itu dengan sejumlah aktivis dan keluarga korban 98. Menurut Petrus, pertemuan itu hanya merupakan formalitas Partai Gerindra menjelang pelantikan Prabowo sebagai presiden.

“Saya mengganggap sebelum dilantik, Prabowo sedang berusaha melakukan operasi bersih-bersih diri,” kata Petrus melalui pesan singkat pada Senin.

Cara bersih-bersih diri itu, menurut Petrus, adalah dengan mendekati keluarga korban dan beberapa aktivis yang diculik. Petrus juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dilakukan secara tiba-tiba. Dia menilai pertemuan itu juga tidak mewakili sikap aktivis dan keluarga korban penghilangan paksa. Baik Petrus maupun Wahyu tidak hadir dalam perjumpaan dengan Dasco dan Habiburokhman. (Sidik Purwoko)

Baca juga: Belum Bebaskan Pilot Susi Air, OPM Malah Bunuh Pilot Helikopter asal Selandia Baru

Editor: Sidik Purwoko