Dia mengalihkan pertanyaan tentang janjinya untuk memaafkan para perusuh yang menyerang Capitol pada 6 Januari 2021, dengan mengatakan Capitol diserang pekan lalu oleh demonstran pro-Palestina.
Para pengunjuk rasa memang merusak bangunan dan membakar bendera Amerika, tapi mereka berada di stasiun kereta Washington, bukan di Capitol.
Ketika ditanya apa maksudnya saat dia mengatakan bahwa para imigran mengambil “pekerjaan orang kulit hitam,” dia berkata: “Pekerjaan orang kulit hitam adalah siapa saja yang mempunyai pekerjaan.”
Namun komentarnya tentang Harris cukup menarik perhatian, dan menonjol dibandingkan berbagai pernyataan kontroversi lainnya.
“Saya sudah lama mengenalnya secara tidak langsung, tidak secara langsung, dan dia selalu merupakan keturunan India,” kata Trump, yang sering salah menyebut nama Harris.
Baca juga:Tunggu Tiket Partai Demokrat, Kamala Harris Bakal Tantang Donald Trump di Pilpres AS
“Dan dia hanya mempromosikan warisan India. Saya tidak tahu dia berkulit hitam sampai beberapa tahun yang lalu ketika dia berubah menjadi Hitam. Sekarang dia ingin dikenal sebagai Black. Jadi saya tidak tahu – apakah dia orang India atau dia berkulit hitam?
Saya menghormati salah satu dari mereka, tetapi dia jelas tidak menghormatinya karena dia adalah orang India, lalu tiba-tiba dia berubah dan menjadi orang kulit hitam.”
Gedung Putih Bereaksi
Gedung Putih di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dengan cepat menanggapi komentar Trump, menyebutnya sebagai “penghinaan”.
Tak lama setelah acara tersebut, sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut pernyataan Trump “menjijikkan” dan “menghina,” dan menambahkan bahwa “tidak ada seorang pun yang berhak memberi tahu seseorang siapa dirinya.”
“Dia adalah wakil presiden Amerika Serikat, Kamala Harris. Kita harus menghormati namanya, titik,” tambah Jean-Pierre.
Kemunculan setengah jam itu terjadi kurang dari tiga minggu sebelum Partai Demokrat berkumpul di Chicago untuk secara resmi mencalonkan Harris dan pasangannya sebagai kandidat dari partai tersebut untuk menduduki Gedung Putih.
Bagi Trump, pernyataan rasis dan cenderung menyerang ini adalah kesempatan untuk menyampaikan klaimnya kepada para pemilih kulit hitam yang menurutnya bisa ia tarik.
Baca juga:Potret Anak-anak Gaza Berpose Bersama Gambar Ismail Haniyeh di Dekat Reruntuhan Rumah Pemimpin Hamas
Namun apakah halk ini akan berhasil atau tidak. Sebaliknya, dia meremehkan wakil presiden tersebut dengan jelas-jelas mengungkat pernyataan rasial dan menolak mengatakan apakah dia mencapai posisinya berdasarkan prestasi atau berdasarkan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.(pwk)
Editor: purwoko






