WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Dewan pimpinan Pusat Pro Jokowi (DPP Projo) menegaskan komitmennya dalam memerangi dan memberantas judi online. Pasalnya, kegiatan haram ini telah menghisap uang ratusan trilyun rakyat untuk dilarikan ke luar negeri. Demikian dikatakan Bendahara Umum DPP Projo Panel Barus dalam konferensi persnya di DPP Projo, Jakarta, Sabtu (27/07/2024). Dirinya mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemberantasan judi online di Indonesia. "Dalam kesempatan kali ini juga DPP Projo ingin menegaskan kembali bahwa perang, memberantas judi online ini harus terus dilakukan," katanya pada wartawan termasuk Wartabanjar.com. Menurutnya, para bandar judi telah menghisap uang rakyat ratusan triliun setiap hari. Parahnya, uang rakyat itu malah dilarikan ke luar negeri. Dampaknya, daya beli mereka rusak hingga menimbulkan problem sosial yakni peningkatan kriminalitas. Baca juga: Ini Sosok T, Pengendali Judi Online Yang Tak Tersentuh Hukum Sejak Republik Berdiri "Para Bandar judi yang menghisap uang ratusan triliun dari rakyat, ya. Uang rakyat yang tiap hari dihisap dilarikan ke luar negeri. Sehingga dampaknya juga bisa merusak daya beli mereka, ya. Menimbulkan problem sosial lainnya kriminalitas meningkat," tegas Panel. Karena itulah DPP Projo kembali menegaskan sikapnya untuk memerangi perjudian online. Hal itu untuk mencapai cita-cita Indonesia emas di 2045 mendatang. "Jadi DPP Projo pada siang hari ini menegaskan kembali bahwa perang dalam memberantas studi online ini perlu dilakukan dengan serius. Karena apa? Tidak akan tercapai Indonesia emas 2045 kalau ini kita tidak bisa," paparnya. Menurut Panel, kondisi kerusakan akibat perjudian daring ini sudah dalam taraf yang memprihatinkan. Karena itulah pihaknya menghimbau semua kalangan masyarakat untuk turut memerangi judi online. Baca juga: Polri Akan Panggil Kepala BP2MI Terkait Pengendali Judi Online Berinisial T Namun Panel justru berkelit ketika ditanya soal sosok T yang disebut-sebut sebagai pengendali judi online. Pasalnya, sosok T menurut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI)Benny Rhamdani tidak pernah tersentuh hukum sejak republik berdiri. Padahal, Benny menyebut jika dirinya pernah menyampaikan nama itu kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Karena itulah wartawan menanyakan sikap atau desakan yang sudah dilakukan relawan terkait sosok T tersebut. "Kalau nama itu ya salah alamat tanya kepada kami. Tanyakan sama yang bersangkutan," pungkasnya. Sebelumnya, Benny menyampaikannya dalam Rapat Terbatas di Istana Negara Jakarta sejak setahun silam. Menurutnya, Presiden dan Kapolri sempat kaget mendengar pengakuannya. Baca juga: Nyatakan Perang Terhadap Judi Online, Ketum MUI Kutip Surat Al Maidah Benny mengaku berhasil mengungkat peran sosok T setelah pihaknya mengusut kasus penempatan ilegal ke negara Kamboja. Hasilnya, kata dia, WNI yang berada di Kamboja kerap dipekerjakan dalam praktik judi online. “Saya menyatakan di depan Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri, ‘sebetulnya sangat mudah untuk menangkap siapa aktor dibalik bisnis judi online di Kamboja dan siapa aktor dibalik scaming online’. Saya cukup menyebut inisial T aja paling depan, yang kedua enggak perlu saya sebut. Ini saya sebut di depan Presiden,” paparnya. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko