“Kalau subsidi LPG dihapus, harga-harga akan melambung tinggi. Nanti yang terdampak masyarakat miskin lagi, nanti tambah susah daya belinya. Selama ini kan, dapat subsidi itu bisa secara langsung menekan harga pokok pangan, bisa secara efektif menekan harga, artinya harga bisa terjangkau oleh masyarakat bawah,” jelasnya.
Trubus menilai, program BLT bukanlah solusi lantaran selama ini belum efektif implementasinya. Menurut dia, mengalihkan subsidi LPG menjadi BLT hanya akan membuat kebijakan yang membuat masalah baru.
“Persoalannya itu tumpang tindih terkait BLT yang selama ini diterima. Sebenarnya pemerintah tinggal memperbaiki, apakah penggunaan BLT betul-betul digunakan untuk rumah tangga. Nanti disinyalir penggunaanya untuk judi online. Jadi jangan membuat kebijakan yang membuat masalah baru. Sementara itu, BLT saja belum bisa kita beresin penggunaannya. Selama ini kan pengawasannya tidak ke bawah. Malah saya khawatir BLT ini jadi politisasinya tinggi sekali,” ungkapnya.
Baca berita selengkapnya di :
Pengamat : Elpiji 3 Kg Diganti BLT Akan Muncul Masalah Baru
Editor Restu







