Laporkan Pelecehan Dirinya, Jurnalis Diabaikan Petugas Polres dan Tiga Polsek

“Kembali saya dan keluarga bersama petugas KAI (Kereta Api Indonesia) membawa pelaku ke Polsek Menteng menggunakan kereta for free,” paparnya.

Namun lagi-lagi, pihak Polsek Menteng menyatakan kasus ini tidak bisa ditangani karena dirasa lokasi kasusnya adalah ranah Polsek Tebet. Tanpa pikir panjang mereka termasuk pelaku dibawa mobil patroli menuju Polsek Tebet.

Sesampaianya di sana, jurnalis salah satu media online ini kembali dimintai keterangan oleh petugas piket. Namun hanya dirinya sendiri dan tidak diperkenankan mendapat pendampingan dari keluarga.

Baca juga: Optimalkan Pengendalian Banjir, PUPR Bangun Bendungan Jenelata di Makassar

“Di sinilah saya merasa aneh. Sebagai seorang korban yang masih dalam rasa trauma dan ketakutan, harus berhadapan dengan birokrasi pelaporan yang belibet,” ujarnya.

Di Polsek Tebet, oknum petugas menanggapi laporannya yang terkesan ditolak dengan berbagai alasan.

“Mbanya divideoin karena cantik lagi. Mungkin bapanya fetish, terinspirasi dari video jepang. Bapanya ngefans sm mbanya, mba idol,” katanya menirukan ucapan petugas.

Ucapan inilah yang membuat Suci heran.

“Apa hubungannya? Lalu apa perlindungan dari aparat polisi terhadap saya per puan yang menjadi korban pelecehan?” katanya.

Di akhir pembicaraan, petugas menyebutkan jika tidak ada yang bisa dilakukan. Pihak Polsek Tebet menyarankan melapor ke Polres Jakarta Selatan karena memang kasus ini katanya belum ke transmisi atau belum disebarluaskan. Jadi Polsek Tebet belum bisa menerima laporan untuk diproses.