Optimalkan Pengendalian Banjir, PUPR Bangun Bendungan Jenelata di Makassar

WARTABANJAR.COM, MAKASSAR Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengawali pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Pembangunan bendungan ini untuk mengoptimalkan pengendalian banjir di Kota Makassar yang selama ini hanya mengandalkan Bendungan Bili-Bili berkapasitas 375 juta meter kubik (m3) sejak 1997 silam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah terus memaksimalkan pembangunan bendungan dan embung sebagai tampungan air di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu merupakan salah satu upaya nyata mengatasi ancaman perubahan iklim (climate change), terutama menghadapi cuaca ekstrim.

“Untuk menghadapi ancaman perubahan iklim (climate change) Pemerintah Indonesia harus memperbanyak tampungan air (reservoar), baik itu embung dan bendungan. Kita utamakan bendungan agar di saat kemarau masih ada cadangan air yang cukup besar. Dan di musim hujan, mampu menjadi tampungan yang efektif menahan debit banjir,” kata Menteri Basuki seperti dikutip Wartabanjar.com dari keterangan persnya.

Baca juga: Asah Bibit Muda, Polri Gelar Kejuaraan Badminton Kapolri Cup 2024

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Suryadarma Hasyim mengatakan, Bendungan Bili-Bili yang terbesar di Sulsel sudah tidak memadai menampung air sebagai pengendalian banjir ketika curah hujan tinggi. Seperti kejadian pada 2019 lalu, dimana dampak banjir sangat terasa di Kota Makassar.