Marak PHK, Cak Imin Minta Pemerintah Optimalkan Industrialisasi
Ukuran Huruf:
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Cak Imin, di Jakarta, Jumat (05/07/2024). Menurutnya, kondisi itu dapat meningkatkan jumlah pengangguran yang berujung bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia.
"Ya PHK terutama di industri tekstil sekarang ini semakin tinggi. Kondisi ini berbahaya kalau tidak diantisipasi dengan baik. Penggangguran bisa ikutan meningkat, sampai pada dampak kemiskinan nantinya," kata Cak Imin seperti dikutip Wartabanjar.com.
Baca juga: Polda Metro Proses Anggotanya ke Propam Gara-Gara ini
Dari analisanya, gelombang PHK terjadi bisa jadi akibat semakin lesunya aktivitas bisnis di dalam negeri. Akibatnya, kondisi tersebut memperlemah daya beli masyarakat yang tercermin dari munculnya deflasi.
Dirinya mendorong pemerintah untuk fokus melaksanakan industrialisasi sekaligus menganalisis dan memetakan kondisi tiap sektor industri. Hal itu khususnya pada industri yang kini melambat atau belum pulih sepenuhnya setelah terdampak pandemi Covid-19.
"Pemetaan dan kajian mendalam saya kira penting dilakukan. Industrialisasi digalakkan lagi, sembari mengkaji strategi khusus dan realistis melindungi industri," ujar mantan calon wakil presiden 2024 ini.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga meminta pemerintah untuk mendukung industri agar bisa berkembang dan memproduksi barang sesuai selera pasar, harga bersaing, dan kualitas baik.
Baca juga: Gara-Gara Judi Online, Janda di Bandung Meningkat Ratusan Orang
"Ya jalan terbaiknya adalah support dari pemerintah (untuk industri). Bagaimanapun persaingan bisnis semakin kompetitif. Di sinilah peran industri juga harus menyesuaikan diri agar bisa tetap bersaing kualitasnya," ungkapnya.
"Dan yang gak kalah penting tentu realisasi komitmen mengurangi barang impor mulai dari melakukan evaluasi terkait regulasi kegiatan impor, pengawasan impor, sampai mewajibkan pemeirntahan untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal," pungkasnya
Diketahui, industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia tengah di ambang keterpurukan. Melemahnya pasar ekspor disertai gempuran produk tekstil impor ke pasar domestik membuat pelaku industri sandang mulai dari hulu hingga hilir kian terimpit. Ujungnya, industri TPT yang terpuruk telah memicu PHK hingga ribuan pekerja.
Menurut catatan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), selama Januari-Mei 2024, sebanyak 20-30 pabrik berhenti beroperasi dengan mem-PHK pekerja hingga mencapai 10.800 orang.
Baca juga: Copa America 2024: Prediksi Uruguay vs Brasil: Menguji Rekor Sempurna
Angka tersebut melanjutkan PHK sepanjang 2023 yang tercatat mencapai 7.200 pekerja di sentra industri TPT di wilayah Bandung dan Surakarta. Jumlah ini diyakini lebih tinggi karena ada pekerja yang tidak melapor saat terkena PHK. (Sidik Purwoko)