Perlengkapan Sekolah Ramai Dijual di Pasar Martapura
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025 penjualan perlengkapan sekolah mulai ramai diincar orangtua siswa.
Seperti terlihat di Pasar Martapura, perlengkapan sekolah seperti tas dan pakaian sekolah mulai dipajang di depan toko ramai dilirik pembeli, Rabu (3/7/2024)
Salah seorang penjual tas, Rizal mengatakan, harga tas yang dijual bervariasi. Mulai dari tas lokal hingga impor dan tentunya diiringi dengan kualitas yang berbeda.
Baca Juga
Guru TK Ditemukan Meninggal Dunia di Jalan Negara Kandangan
"Kalau tas impor biasanya di atas 100 ribu sampai 250 ribu, untuk lokal di bawah 100 ribu mulai dari 60 ribu sampai 75 ribu," ungkapnya.
[caption id="attachment_239664" align="alignnone" width="300"]
Penjual tas sekolah di Pasar Mantapura menyusun dagangannya, Rabu (3/7). (Wartabanjar.com_nurul oktaviani)[/caption]
Tas impor yang dijual cocok untuk para pembeli yang ingin memiliki barang untuk jangka panjang, karena tas impor dengan bahan yang bagus bisa bertahan hingga 1 sampai 3 tahun. Sedangkan tas lokal, biasanya hanya bertahan paling lama 1,5 tahun.
Sayangnya, penjualan perlengkapan seperti tas di tahun ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun ini saya rasa menurun karena kita bersaing dengan bisnis online," ujarnya.
Kendati demikian, sebagai pedagang Rizal harus memutar otak dan menyiapkan diri untuk bersaing dengan bisnis online.
"Kita tidak bisa menyalahkan bisnis online, jadi kita sebagai pedagang di pasar yang harus lebih pintar untuk riset tentang harga dan kebutuhan-kebutuhan pembeli," ujarnya.
Rizal juga mengungkap, biasanya anak sekolah berbelanja dengan orang tuanya pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Sedangkan saat hari kerja hanya beberapa saja.
"Kalau hari kerja tidak sebanyak akhir pekan. Biasanya faktor orang tuanya bekerja," tandasnya lagi.
Sementara untuk harga seragam juga bervariasi tergantung merk yang sedang trend. Dari pantauan di lapangan, di tahun ajaran baru 2024/2025 ini merk seragam yang menjadi trend adalah Al-Wafa dengan kualitas kain yang tidak mudah kusut, tebal, namun dingin.
"Trend tahun ini seragam merk Al Wafa, harganya memang mahal sesuai dengan kualitasnya. Untuk seragam SD satu pasangnya 150 ribu, seragam SMP 170 ribu dan seragam SMA 250 ribu," ujar pedagang seragam Toko Rayhan yang tak ingin disebutkan namanya. (nurul octaviani)
Editor Restu
Penjual tas sekolah di Pasar Mantapura menyusun dagangannya, Rabu (3/7). (Wartabanjar.com_nurul oktaviani)[/caption]
Tas impor yang dijual cocok untuk para pembeli yang ingin memiliki barang untuk jangka panjang, karena tas impor dengan bahan yang bagus bisa bertahan hingga 1 sampai 3 tahun. Sedangkan tas lokal, biasanya hanya bertahan paling lama 1,5 tahun.
Sayangnya, penjualan perlengkapan seperti tas di tahun ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun ini saya rasa menurun karena kita bersaing dengan bisnis online," ujarnya.
Kendati demikian, sebagai pedagang Rizal harus memutar otak dan menyiapkan diri untuk bersaing dengan bisnis online.
"Kita tidak bisa menyalahkan bisnis online, jadi kita sebagai pedagang di pasar yang harus lebih pintar untuk riset tentang harga dan kebutuhan-kebutuhan pembeli," ujarnya.
Rizal juga mengungkap, biasanya anak sekolah berbelanja dengan orang tuanya pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Sedangkan saat hari kerja hanya beberapa saja.
"Kalau hari kerja tidak sebanyak akhir pekan. Biasanya faktor orang tuanya bekerja," tandasnya lagi.
Sementara untuk harga seragam juga bervariasi tergantung merk yang sedang trend. Dari pantauan di lapangan, di tahun ajaran baru 2024/2025 ini merk seragam yang menjadi trend adalah Al-Wafa dengan kualitas kain yang tidak mudah kusut, tebal, namun dingin.
"Trend tahun ini seragam merk Al Wafa, harganya memang mahal sesuai dengan kualitasnya. Untuk seragam SD satu pasangnya 150 ribu, seragam SMP 170 ribu dan seragam SMA 250 ribu," ujar pedagang seragam Toko Rayhan yang tak ingin disebutkan namanya. (nurul octaviani)
Editor Restu