Kesan Tokoh Agama dan Ormas pada Kombes Pol Sabana yang Dipindahtugas
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito dipromosikan menjadi Direktur Samapta, Polda Sulawesi Utara.
Setelah hampir 5 tahun menjabat di Polresta Banjarmasin, ia banyak meninggalkan kesan mendalam bagi banyak kalangan.
Seperti yang dirasakan oleh salah satu tokoh agama di Banjarmasin, Ustadz M Rijal Fathoni.
"Sabana adalah sosok yang bersifat antusias, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab dengan tugasnya," Ustadz Rijal, Sabtu (29/6/2024).
Baca Juga
Pria Tewas Bersimbah Darah di Pasar Ganal Kapuas
"Secara personal beliau orang yang membuka diri dalam bergaul, tidak memandang tinggi rendah kasta dan jabatan, loyal dalam menerima keluhan dan siap membantu mereka yang membutuhkan," lanjutnya.
Hal itu, lanjut Ustadz Rijal, terbukti dari terbukanya diri Sabana kepada masyarakat, yang mana semua masyarakat bisa menghubungi dirinya secara langsung, baik untuk melakukan pengaduan, maupun untuk hal lain.
Ia dianggap memiliki perhatian kepada tokoh agama, para habaib, dan juga ulama. Hal itu dibuktikan dari keterlibatan ulama dan habaib dałam berbagai kegiatan yang digelar.
"Hal itu mencontoh Ulama panutannya KH. Muhammad Bakhiet AM, Barabai yang selalu memuliakan para habaib agar mendapatkan keberkahan," sambungnya.
Menurutnya, kepergian Sabana ini tentunya akan membuat banyak orang kehilangan, baik itu kawan maupun juga masyarakat Banjarmasin.
"Karena Beliau ini terhitung paling lama di Polresta Banjarmasin, selama 2 tahun menjabat sebagai Wakapolresta Banjarmasin, kemudian karir beliau sangat bagus dan di promosikan menjadi Kapolresta Banjarmasin kurang Lebih selama 2,7 bulan, jadi hampir-hampir 5 tahun Beliau di Polresta Banjarmasin. Itulah yang menjadikan sosok Beliau itu begitu melekat di hati masyarakat," tuturnya.
"Ditambah lagi beliau adalah sosok yang dermawan, banyak dari masyarakat yang di bantu oleh Beliau, yang saya pribadi menjadi jembatan untuk menyalurkan bantuan itu, diantaranya memberi santunan kepada fakir miskin dan anak yatim. Tentu akan banyak yang kehilangan," sambungnya.
Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan, pengurus Barisan Pertahanan Adat Dayak (Batamad), Rodi Djohan. Ia menuturkan bahwa Sabana merupakan sosok pengayom yang merangkul banyak kalangan untuk berkomitmen menjaga kondusifitas di Banjarmasin.
"Sepengatahuan saya beliau adalah Kapolresta yang dekat dengan sejumlah ormas adat, seperti Batamad, Laung Kuning, Pasukan Merah dan sebagainya. Beliau merangkul dan melibatkan kami dalam berbagai kegiatan," ucap Rodi.
"Sehingga ketika terjadi permasalah di tengah masyarakat, banyak pihak dapat dirangkul guna menuju perdamaian," tambahnya.
Di satu sisi pihaknya ujar Rodi sangat kehilangan sosok pemimpin yang humble, tapi di sisi lain ujarnya semua harus ikhlas karena ini demi perjalanan karir Sabana ke depan.
"Semoga sukses di tempat baru dan karirnya semakin cemerlang," pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu