WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sempat meresahkan masyarakat, aksi belasan remaja yang konvoi dengan membawa senjata tajam di Kota Banjarmasin, berhasil diamankan polisi. Aksi tersebut, sempat terekam kamera dan ramai di media sosial (Medsos). Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana A Martosumito, di Mapolresta Banjarmasin, Rabu (19/6) malam. “Ada 11 orang yang kita amankan, dan semuanya masih dibawah umur. Ada 6 orang yang membawa sajamnya, dan yang lainnya itu sebagai supirnya,” ungkap Kapolresta Banjarmasin seperti dikutip Wartabanjar.com. Baca juga: Pihak Berwenang Saudi Gagalkan Penyelundupan Narkotika dalam Jumlah Besar Sebelas remaja tersebut tergabung dalam dua buah kelompok yang bernama Bornastan23Jr dan Persimpangan Enjoy. Para remaja tersebut diamankan bersama barang bukti sajam dan kendaraan untuk konvoi, pada Rabu (19/06/2024) dini hari. Lebih lanjut Sabana menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat kedua kelompok tersebut berniat ingin menyerang kelompok lainnya, yaitu kelompok Gengster Allstar Barat, Remaja 87, dan Tingkungan P3. Mereka sempat akan tawuran dengan kelompok lain namun batal karena mengira ada polisi berpakaian preman. Baca juga: Denny Cagur Dipilih Jadi Host Acara Trik Talk dan Mengaku Senang, Begini Konsep Programnya Karena itulah mereka langsung berkonvoi dengan membawa sajam hingga sampai viral di media sosial. Untungnya, tawuran tidak terjadi dan menimbulkan korban. Selanjutnya, ucap Sabana, para remaja tersebut akan dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Para orangtua mereka akan dipanggil untuk membuat pernyataan. Para remaja itu juga akan dikenakan wajib lapor. “Apabila melakukan lagi, tidak ada pembinaan lagi, dan akan langsung kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya. Baca juga: Polri: Awas! Gangguan Kamtibmas Meningkat di Jakarta Kapolresta juga mengimbau kepada para orang tua untuk dapat mengawasi anak-anaknya, agar dapat terhindar dari perbuatan yang menyimpang. “Karena kalau sampai terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik, akan merusak masa depan anak-anak tersebut, karena anak-anak tersebut ada masa depan bangsa kita juga,” imbaunya. Dalam kesempatan itu Kapolresta didampingi Wakapolresta Banjarmasin, Arwin Amrih Wientama, Kasat Resrkim, AKP Eru Alsepa, dan Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto. Konferensi pers juga dihadiri Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Banjarmasin Susan, perwakilan Rehabilitas Sosial, dan Lembaga Konsultasi & Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam). Baca juga: Jelang Pensiun, ASN Kalsel Diimbau Memperbarui Data Tapera Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin, Susan mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pembinaan lebih lanjut kepada para remaja itu agar menjadi lebih baik lagi. “Sehingga apabila kembali ke kehidupan masyarakat, mereka dapat menjadi lebih baik lagi, tidak mengganggu masyarakat, dan yang pastinya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya. (Iqnatius) Editor: Sidik Purwoko