Sontak saja kebijakan tersebut membuat para pengguna X bereaksi.
Mereka melontarkan berbagai pendapat, di antaranya adalah mengaitkan Musk dengan konten pornografi yang secara terbuka diizinkan di X.
“@elonmusk membuat pornografi diperbolehkan di X dan kemudian menghapus tampilan like itu jahat. Saya tahu apa yang Anda lakukan,” tulis akun xbDefno di X.
Selain itu, seorang warganet mengaitkan pembaruan ini dengan aktivitas bot di X.
“Jadi pada dasarnya Anda mengambil kemampuan komunitas untuk memvalidasi keterlibatan postingan dengan memverifikasi siapa yang menyukai postingan. Sekarang, pada dasarnya Anda dapat menjalankan kampanye bot tanpa ada yang dapat memverifikasi keabsahannya,” ujar @Xx_WiReD_xX.
“Apakah Anda mempersiapkan platform ini untuk campur tangan pemilu?” imbuhnya.
Senada, akun @_gravit0n mengatakan pembaruan di X kali ini akan menyulitkan pengguna untuk memverifikasi akun bot atau bukan.
“Peternakan bot menyukai postingan satu sama lain untuk menciptakan citra persetujuan massal dengan pernyataan sebuah postingan, dan sekarang kita tidak bisa melihat siapa yang menyukai apa, Anda tidak bisa memastikan apakah mereka bot atau bukan,” tulisnya.
Apa pun alasannya, Musk mengklaim X mengalami “peningkatan besar-besaran dalam jumlah like,” setelah fitur ini menjadi privat.
BACA JUGA: PBB Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang karena Bunuh Warga Sipil Saat Bebaskan Sandera
(berbagai sumber)
Editor: Yayu







