WARTABANJAR.COM – Aprilia melanjutkan start bagusnya usai merajai MotoGP Italia 2026. Aprilia antusias menunggu Marc Marquez, agar segera kembali 100 persen untuk bersaing.
Pabrikan Italia tersebut finis 1-2 pada balapan grand prix di Mugello, Minggu (31/5/2026). Marco Bezzecchi tampil sebagai juara, di depan rekan setimnya Jorge Martin.
Bagaimana tanggapan Marc Marquez terhadap tantangan tim Aprilia tersebbut. Pembalap Tim Ducati tersebut mengaku tak berambisi lagi berebyut gelar juara musim ini.
Baca Juga: Takhta Veda Pratama di Rookie Terbaik Moto3 2026 Tergusur
Baca Juga: Gresini Racing Tunjuk Rider Superbike Gantikan Alex Marquez di MotoGP Hungaria 2026
Serangkaian performa kurang maksimal di awal musim, plus absen di dua balapan, membuat kans Marc Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2026 semakin kecil.
Bintang Ducati itu kini baru mengumpulkan 71 poin. Tertinggal 102 angka dari pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi (Aprilia). Kondisi ini membuat Marquez menegaskan tahun ini ia tidak lagi berambisi merebut gelar.
“Kalau aku berada di sini (Mugello, Red), itu karena aku ingin memperpanjang usia karierku. Hanya saja, memang tahun ini aku tidak enjoy,” kata Marquez, ketika gagal naik podium dalam MotoGP Italia 2026 di sirkuit Mugello, Minggu kemarin.
Start dari posisi keempat, Marquez sempat bersaing ketat dengan Pedro Acosta. Namun, ia akhirnya finis di posisi ketujuh.
“Tahun lalu aku sangat enjoy. Jadi aku ingin mencoba (comeback di Mugello). Tapi kemudian, mari kita lihat bagaimana kondisi fisikku di beberapa pekan ke depan,” lanjutnya seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.
Comeback Marquez di Mugello memang mengejutkan banyak pihak. Sebab, agenda itu hanya berselang tiga pekan setelah ia menjalani operasi ganda pada 10 Mei 2026.
Marquez mengalami kecelakaan parah di Sprint Race MotoGP Prancis 2026, 9 Mei 2026. Gara-gara kecelakaan di Le Mans itu, tulang metatarsal (telapak kaki) kanan Marquez retak.
Ia kemudian menjalani dua operasi sekaligus. Yakni untuk tulang telapak kaki, plus operasi bahu kanan untuk mengatasi tekanan saraf radial, masalah yang mengganggunya sepanjang awal musim 2026, yang ia derita sejak kecelakaan GP Indonesia 2025.







