WARTABANJAR.COM - Nahas kembali menimpa pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Patah tulang selangka memaksanya absen dari balapan utama di Sirkuit Sachsenring pada Minggu, 12 Juni 2026.

Kondisi tersebut membuat kans Marco Bezzecchi merebut kembali puncak klasemen pembalap di MotoGP Jerman 2026 pun dipastikan sirna.

Rider Aprilia itu mengalami kecelakaan highside mengerikan di Tikungan 7, saat sesi kualifikasi pada Sabtu, 11 Juni 2026.

Pembalap 27 tahun tersebut terlempar keras ke area gravel, akibat kehilangan kendali traksi saat berakselerasi di tikungan kiri.

Bezzecchi sempat terduduk lemas sebelum para marshal bergegas menghampiri dan memberikan pertolongan pertama.

Tak lama setelah insiden, foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan sang pembalap memegangi tangannya yang cedera, saat dievakuasi ke pusat medis sirkuit.

​Berdasarkan hasil rontgen di bawah pengawasan Direktur Medis MotoGP, Dr Angel Charte, Bezzecchi didiagnosis mengalami patah tulang selangka kiri yang cukup parah hingga bergeser (dislocated). Ia langsung diterbangkan ke Italia untuk naik meja operasi.

Baca Juga: Start 13, Finish Posisi Berapa Veda Ega di Moto3 Jerman 2026 Hari Ini? Cek Link Nonton Live Trans7

Baca Juga: Marc Marquez Raih Pole Position dan Pecahkan Rekor Lap Sachsenring

"​Jenis fraktur ini memerlukan intervensi bedah untuk pemulihan yang optimal, yang akan ditangani langsung oleh Dr Giuseppe Porcellini di Italia," begitu pernyataan resmi Aprilia yang dirilis tak lama setelah ia dievakuasi.

​Kecelakaan di Sachsenring memperpanjang daftar hitam insiden yang dialami Marco Bezzecchi musim ini.

Sebelumnya, di GP Belanda di Assen, ia lolos dari cedera serius secara ajaib setelah menabrak pembatas sirkuit dalam kecepatan tinggi, akibat kehilangan kendali front-end pada motor Aprilia RS-GP miliknya di Tikungan 15.

​Jika ditarik lebih ke belakang, performa Bezzecchi memang merosot tajam akibat rentetan kecelakaan berturut-turut. Mulai dari GP Hungaria hingga GP Ceko.

Bahkan, pembalap asal Rimini itu sempat dijatuhi sanksi larangan balapan di GP Ceko, akibat terlibat menampar seorang marshal pasca-kecelakaan di sesi Sprint Race GP Ceko.