Menurutnya, tanggung jawab atas situasi ini tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada Bulog.
“Akibat kebijakan yang tidak terkoordinasi dan tersosialisasi, harus ada tanggung jawab, jangan semua dibebankan ke Bulog. Ini adalah kesalahan kurang koordinasi antara Badan Pangan Nasional dan Bulog,” tegasnya.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkirakan harga beras akan naik dalam waktu dekat.
Baca juga: Presiden Jokowi Buka Pameran Tahunan Jakarta Fair, Harapkan Lebih Banyak Pengunjung
Hal ini disebabkan oleh penurunan signifikan produksi beras nasional dan penurunan produksi gabah.
“Penurunan produksi gabah itu diperkirakan menyebabkan harga beras naik lagi dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Gabah petani akan kembali diperebutkan sehingga bakal naik harganya dan berujung pada kenaikan harga beras,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Senin (10/6/2024). (Sidik Purwoko)







