Banjir Melanda 4 Desa di Kabupaten Banjar
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Martapura, Kabupaten Banjar pada sejak Sabtu (8/6/2024) sore hingga malam, membuat beberapa titik di Jalan Melati, Desa Tunggul Irang Ulu hingga Desa Bincau Muara terendam.
Pantauan wartabanjar.com pada Minggu (9/6/2024) siang, air menggenangi sejumlah ruas Jalan Melati akibat anak Sungai Martapura meluap. Para pengendara yang lewat di Jalan Melati harus berhati-hati agar kendaraan yang dikendarai tidak mogok.
Tidak hanya menggenangi jalanan, air juga menggenangi sejumlah halaman rumah warga sekitar dan halaman SDN Tunggul Irang Ulu. Terlihat, anak-anak asyik bermain air di wilayah yang terendam.
Baca Juga
Rumah Pejabat Terbakar di Jalan S Parman Banjarmasin
Salah seorang warga RT 3, Sholeh menjelaskan air mulai naik saat malam hari dan menggenangi halaman rumahnya dan jalanan. Namun, genangan itu tidak menghambat aktivitas warga sekitar karena masih bisa dilalui.
[caption id="attachment_234405" align="alignnone" width="300"]
Banjir menggenangi SDN Tunggul Irang Ulu Kabupaten Banjar, Minggu (9/6). (Wartabanjar.com_nurul octaviani)[/caption]
“Airnya naik dari malam tadi karena hujan, Alhamdulillah tidak terlalu dalam dan masih bisa dilalui pakai motor dan jalan kaki, jadi aktivitas masyarakat masih normal seperti biasa,” ungkapnya kepada wartabanjar.com
Sedangkan saat ditanya terendamnya halaman SDN Tunggul Irang Ulu, Sholeh menjelaskan biasanya air hujan langsung teralirkan ke sungai yang ada di belakang sekolah tersebut.
“Karena sungainya meluap, jadinya halaman sekolah itu tergenang,” ucapnya singkat
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar langsung meninjau beberapa lokasi yang tergenang air. Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Banjar, Warsita menyampaikan, genangan air terjadi di beberapa titik dan bervariasi.
“Dari hasil peninjauan kita ada tiga desa yang tergenang faktor hujan kemarin, namun masih tergolong aman dan aktivitas warga berjalan seperti biasa,” ujar Warsita saat dikonfirmasi.
Empat Desa tersebut di antaranya Jalan Melati Desa Tunggul Irang Ulu dengan kedalaman 12 cm, Desa Pekauman kecamatan Martapura Timur dengan kedalaman 20 cm, Desa Teluk Selong Ulu dengan kedalaman 15 cm.
Warsita juga menyebutkan, air di Tunggul Nangka, Desa Pengaron Kabupaten Banjar yang diberitakan kemarin sudah surut pada Minggu (9/6/2024) pagi sekitar pukul 06.15 WITA. (nurul octaviani)
Editor Restu
Banjir menggenangi SDN Tunggul Irang Ulu Kabupaten Banjar, Minggu (9/6). (Wartabanjar.com_nurul octaviani)[/caption]
“Airnya naik dari malam tadi karena hujan, Alhamdulillah tidak terlalu dalam dan masih bisa dilalui pakai motor dan jalan kaki, jadi aktivitas masyarakat masih normal seperti biasa,” ungkapnya kepada wartabanjar.com
Sedangkan saat ditanya terendamnya halaman SDN Tunggul Irang Ulu, Sholeh menjelaskan biasanya air hujan langsung teralirkan ke sungai yang ada di belakang sekolah tersebut.
“Karena sungainya meluap, jadinya halaman sekolah itu tergenang,” ucapnya singkat
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar langsung meninjau beberapa lokasi yang tergenang air. Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Banjar, Warsita menyampaikan, genangan air terjadi di beberapa titik dan bervariasi.
“Dari hasil peninjauan kita ada tiga desa yang tergenang faktor hujan kemarin, namun masih tergolong aman dan aktivitas warga berjalan seperti biasa,” ujar Warsita saat dikonfirmasi.
Empat Desa tersebut di antaranya Jalan Melati Desa Tunggul Irang Ulu dengan kedalaman 12 cm, Desa Pekauman kecamatan Martapura Timur dengan kedalaman 20 cm, Desa Teluk Selong Ulu dengan kedalaman 15 cm.
Warsita juga menyebutkan, air di Tunggul Nangka, Desa Pengaron Kabupaten Banjar yang diberitakan kemarin sudah surut pada Minggu (9/6/2024) pagi sekitar pukul 06.15 WITA. (nurul octaviani)
Editor Restu