WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Penemuan mayat laki-laki di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, bernama HR (44). Kapolres Banjar AKBP M. Ifan Hariyat T melalui Kasi Humas AKP Suwarji mengatakan korban merupakan warga Desa Jejangkit, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban awalnya berjalan kaki dari Martapura, Kabupaten Banjar menuju Jejangkit, Kabupaten Batola. Baca Juga Pria Tersetrum di Jalan Tatah Amuntai Kabupaten Banjar Korban bekerja sebagai tukang jahit di Martapura dan ingin pulang setelah tiga minggu tidak pulang ke rumah. Pada pukul 05.30 WITA, korban sempat mampir di salah satu warung untuk membeli minuman dan melanjutkan perjalanannya. Korban kemudian mampir lagi di warung lain untuk beristirahat dan ditemukan meninggal dunia. Pada pukul 06.00 WITA, Kepala Desa Tajau Landung menghubungi Polsek Sungai Tabuk dan melaporkan penemuan mayat tersebut. Polsek Sungai Tabuk dan Unit Inafis Polres Banjar segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengamanan. ldentifikasi oleh Unit Inafis Polres Banjar tidak menemukan luka atau tanda kekerasan pada korban. "Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum." Visum et Revertum dilakukan oleh dr. Mia Yulia Fitrianti, Sp. FM, didampingi oleh Polsek Sungai Tabuk dan Unit Inafis Sat Reskrim Polres Banjar. Hasilnya bahwa, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia karena kelelahan akibat berjalan kaki dan memiliki penyakit asma. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WITA, atau sekitar 5 jam sebelum ditemukan pada pukul 11.00 WITA. Adapun barang bukti yang dihimpun oleh petugas, antara lain satu buah peci warna putih, satu lembar baju koko lengan panjang warna emas, satu lembar celana panjang warna hitam, satu buah kalung tasbih, satu pasang sepatu warna putih kecoklatan, dua pasang kaos kaki, dan uang sebesar Rp. 70.000. Menurut keterangan saksi dan keluarga korban, korban menderita penyakit asma yang sudah lama dideritanya. "Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan telah membuat pernyataan penolakan," tandasnya.(atoe/nurul Octaviani) Editor Restu