“Nilai impor Kalsel pada Maret 2024 mencapai US$266,97 juta. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 38,94 persen jika dibandingkan dengan nilai impor Februari 2024 yang sebesar US$192,14 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor Maret 2023 yang mencapai US$82,58 juta, maka nilai impor Maret 2024 ini naik sebesar 223,29 persen,” kata Martin.
Lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi yang masuk ke Kalsel adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27), diikuti kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84).
Selanjutnya adalah kelompok pupuk (HS 31), kelompok kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) serta bahan kimia organik (HS 29).
“Impor Kalsel pada Maret 2024 menurut negara asal tertinggi adalah dari Singapura dengan nilai US$150,72 juta, naik sebesar 41,30 persen dibandingkan pada Februari 2024 yang sebesar US$106,67 juta. Kemudian diikuti oleh impor dari Malaysia yang mencapai US$102,60 juta, disusul impor dari Tiongkok dengan nilai US$8,32 juta, impor dari Korea Selatan sebesar US$2,35 juta, dan impor dari Brunei Darussalam sebesar US$1,39 juta,” ujar Martin lagi. (MC Kalsel)
Editor: Yayu







