WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pernyataan soal orang Toxic Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden RI Joko Widodo disebut-sebut sebagai pesan bagi Presiden RI terpilih Prabowo Subianto untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, jika salah ajak bergabung pemerintahan ke depan akan menjadi berantakan.
Demikian dipaparkan pakar ilmu politik Universitas Indonesia Cecep Hidayat seperti dikutip Wartabanjar,com, Selasa (07/05/2024). Dirinya mengatakan, dalam membetuk susunan kabinet Jokowi dan Luhut sudah memberikan peringatan kepada Prabowo.
“Hanya mengafirmasi, dan juga menggarisbawahi, ya, bahwa baik Luhut dan juga Jokowi itu memberi warning, peringatan kepada Prabowo sebenarnya, dalam proses pembentukan kabinet yang akan dilakukan,” kata Cecep.
Baca juga: DPR RI Suarakan Kesetaraan Gender di Forum Parlemen Negara Middle Power
Ia mengatakan bahwa baik Luhut maupun Jokowi mengetahui langkah politik Prabowo usai ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai Presiden RI terpilih pada 24 April 2024.
“Di sini Jokowi dengan Luhut melihat banyak partai yang mendekat, yang mungkin partai itu sebelumnya pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan 3 (Ganjar Pranowo-Mahfud Md). Jadi, ini peringatan, ya, implisit dari Luhut dan Jokowi,” ujar Direktur Eksekutif Indonesian Strategic Research (ISR) itu.
Walaupun demikian, ia mengatakan bahwa baik Luhut maupun Jokowi juga mengetahui bahwa mereka tidak berwenang dalam membentuk kabinet pemerintahan selanjutnya.
Baca juga: Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengusiran Peribadatan di tangsel
“Ya mereka enggak punya kewenangan untuk memengaruhi atau untuk membentuk kabinet yang akan dibentuk oleh Prabowo, tetapi paling minimal adalah memengaruhi proses membentuknya,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan Prabowo sebagai Presiden RI terpilih dapat menunjukkan kuasanya bahwa dalam proses pembentukan kabinet yang akan dia pimpin tidak terdapat intervensi apa pun.
“Namun, sekali lagi tetap Prabowo yang idealnya bisa menunjukkan power-nya (kuasanya) bahwa dirinya memang presiden terpilih yang powerful. Maksudnya tidak bisa diintervensi oleh presiden-presiden sebelumnya misalnya atau orang yang mungkin berjasa buat dirinya tersebut,” katanya.
Baca juga: Marak Terjadi Kekerasan Perempuan dan Anak di Tanah Air, Pemkab Tanah Bumbu Gelar Kegiatan Berikut







