Panen Raya, Bulog Akan Tetap Impor Beras untuk Jaga Stok Dalam Negeri

“Intinya adalah kita harus punya stok yang cukup karena nanti kalau semester II (2024) panennya tidak sebagus yang kita bayangkan, padahal misalnya pemerintah ingin melanjutkan program bantuan pangan, Bulog harus punya stoknya,” imbuhnya.

Bayu kembali menekankan bahwa kontrak impor bisa saja tetap berjalan, namun kedatangannya akan diatur melihat kondisi panen raya.

“Memesan barangnya bisa saja kita membuat kontrak sekarang tetapi untuk masuk Juli dan Agustus bisa terjadi,” katanya.

Ia menyebut saat ini stok impor beras yang masuk sudah sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta ton dari kuota 3,6 juta ton untuk 2024.

Terpisah, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto saat konferensi pers di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024) lalu menilai harga beras hanya bisa turun sekitar Rp100 hingga Rp200 meski sudah mulai panen raya.

Ia menambahkan, pasokan beras ke ritel modern hingga ke pasar tradisional sudah mulai berangsur-angsur bertambah, karenanya ia berharap harga beras dalam negeri semakin terkendali. (berbagai sumber)

Editor: Yayu