Penyebab Bandara Syamsudin Noor Masih Sandang Gelar Bandar Udara Terburuk Nomor 1 Dunia, ini Kata Angkasa Pura
Ukuran Huruf:
Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Rahadian D Yogisworo, melalui Stakeholder Releation Manager Bandara Syamsudin Noor, Iwan Risdianto beberapa waktu lalu menanggapi kabar tersebut.
Dalam keterangan resminya ia mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan atau pengembangan bandara tersebut.
Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kapasitas bandara, dari semula 1,5 juta pax/tahun menjadi 10 juta pax/tahun.
Melalui pengembangan infrastruktur dan layanan tersebut, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin terang Iwan berhasil mendapatkan pengakuan dari Airports Council International (ACI) sebagai satu dari 73 bandara di dunia, pada kategori The Voice of the Customer in Asia Pacific pada 2022.
"Serta dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA), sebagai Bandara Terbaik Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI) 2023," jelasnya.
Meski demikian, masukan dari berbagai pihak serta pemangku kebijakan industri aviasi dapat menjadi motivasi bagi PT Angkasa Pura I.
"Kami tentu terus berupaya lebih baik lagi, dalam meningkatkan standar layanan yang berkualitas bagi pengguna jasa bandara," ucapnya lagi.
Tiga Bandara dari Indonesia
Selain Syamsudin Noor, ada dua lagi bandar udara Indonesia yang masuk daftar tersebut.
Dua bandara itu adalah Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusumah (HLP) di Jakarta dan Bandar Udara Internasional Denpasar (DPS) di Bali.
Berdasarkan data tersebut, HPS memperoleh skor 6,63/10 berada di peringkat 10, sementara DPS di posisi 6 dengan skor 6,55/10.
Dengan demikian, total ada 3 bandara dari Indonesia yang masuk daftar terburuk dunia.
Berikut ini daftar 10 bandara terburuk di dunia versi AirHelp per 5 Desember 2023.
10 Bandara Terburuk Dunia Versi AirHelp 2023:
10. Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP)