May Day, Prabowo Subianto Ajak Buruh Perjuangkan Indonesia Emas Bersama-Sama
Ukuran Huruf:
“Saya Prabowo Subianto mengucapkan Selamat Hari Buruh Nasional 1 Mei 2024. Semoga seluruh pekerja di Indonesia dan keluarga besar buruh semakin maju, semakin sejahtera, semakin kompak, bersatu untuk bersama-sama berjuang menuju Indonesia Emas,” kata Prabowo seperti dikutip Wartabanjar.com.
“Mari kita bangun masa depan yang lebih baik untuk seluruh warga negara Indonesia, semua pekerja, semua buruh dan keluarganya agar anak-anak dan cucu-cucu kita mengalami Indonesia Emas yang lebih hebat lagi,” kata dia.
Baca juga: BREAKING NEWS Temuan Mayat di Pasar THR Banjarmasin
Sementara Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan Hari Buruh pun mendukung perjuangan para pekerja untuk lebih sejahtera.
“Mari kita teruskan semangat juang para buruh untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bersama,” kata Presiden RI dalam siaran resminya.
Sedangkan Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti pentingnya melindungi para pekerja lepas pada peringatan Hari Buruh 2024. Pasalnya, ada lebih dari 30 juta orang yang saat ini berstatus sebagai pekerja lepas.
“Pemberi kerja berkewajiban memberikan perlindungan kepada buruh atau pekerja harian lepas berdasarkan ketentuan yang berlalu sesuai dengan kategori pekerjaan,” kata Puan Maharani dalam siaran resminya di Jakarta.
Seperti diketahui, tanggal 1 Mei diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Di Indonesia, 1 Mei juga dijadikan sebagai hari libur nasional pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca juga: Jelang Laga Versus Irak, Garuda Muda Janji Lolos Olimpiade Paris 2024
Hak-hak buruh yang berhasil diperjuangkan berkat aksi massa kelompok buruh, di antaranya kebijakan jam kerja 8 jam sehari, gaji layak sebagaimana ditetapkan dalam standar upah minimum, termasuk pemberian tunjangan hari raya (THR).
Pada peringatan Hari Buruh 2024, serikat buruh di berbagai daerah menggelar aksi damai untuk memperjuangkan hak dan perlindungan buruh yang belum terwujud, misalnya kebijakan pemecatan sepihak, dan tuntutan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.
Di Jakarta, aksi massa memperingati May Day 2024 dihadiri lebih dari 10 ribu orang dari berbagai konfederasi dan serikat pekerja. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko