Cerita Hafsah Soal Asal Mula Nama Pantai Batu Buaya di Satui Tanah Bumbu
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BATULICIN- Pantai Batu Buaya adalah salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Biasanya, lokasi tersebut menjadi salah satu objek wisata pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pasangan, kerabat atau bahkan sahabat pada akhir pekan.
Sejatinya pantai ini memiliki banyak panorama keindahan alam yang memanjakan mata pengunjungnya.
[caption id="attachment_224958" align="alignleft" width="300"]
Pantai Batu Buaya di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Foto: Wartabanjar.com/Zahidi[/caption]
Namanya juga unik, Batu Buaya, mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa dinamakan seperti itu.
Rupanya, nama tersebut memiliki kisah tersendiri sehingga pantai ini dinamakan demikian oleh warga lokal.
Terlintas juga pertanyaan apakah di sana ada buayanya sehingga pantainya disebut Batu Buaya.
Menjawab pertanyaan itu, berikut ini penelusuran Wartabanjar.com langsung di lokasi.
Asal Usul Nama Pantai Batu Buaya
Warga setempat, Hafsah (47) yang sudah sejak lahir tinggal di Pantai Batu Buaya menceritakan asal usul nama pantai tersebut.
Menurutnya, di sana terdapat batu panjang yang menyerupai badan buaya di pesisir pantai yang tak jauh jaraknya dari titik keramaian pengunjung.
"Sayangnya batu ini hanya bisa kita lihat saat kondisi air surut, ini masih dalam keadaan air pasang, namun banyak warga di sini yang sudah melihat batu itu termasuk saya," kata Hafsah.
Ia melanjutkan, batu itu juga acap kali membuat perahu para nelayan setempat tertabrak hingga terdampar, sebab ketika air surut mayoritas warga yang merupakan nelayan sering mencari ikan ke lokasi dekat batu tersebut.
[caption id="attachment_224960" align="alignright" width="300"]
Hafsah, warga Pantai Batu Buaya, Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu. Foto: Wartabanjar.com/Zahidi[/caption]
"Kadang menunggu air pasang dulu baru perahu para nelayan ini bisa jalan lagi, karena pas sudah terdampar di batu itu pasti sulit untuk lepasnya," terangnya.
Bukan tanpa dasar, Hafsah menceritakan pengalaman orangtuanya yang dulu juga nelayan.
Menurut penuturan orangtuanya, batu itu persis memiliki bentuk seperti seekor buaya.
Hafsah menambahkan, Pantai Batu Buaya ini ramai dikunjungi saat akhir pekan, tersedianya banyak spot foto dan pilihan kuliner yang berlimpah, menjadikan pantai itu patut dikunjungi.
Kebanyakan pengunjungnya adalah pelajar.
"Ramai sekali biasanya kalau Sabtu-Minggu, sebab biasanya juga rombongan anak-anak sekolah, dari berbagai daerah berdatangan ke sini," tutup Hafsah. (Zahidi)
Editor: Yayu
Pantai Batu Buaya di Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Foto: Wartabanjar.com/Zahidi[/caption]
Namanya juga unik, Batu Buaya, mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa dinamakan seperti itu.
Rupanya, nama tersebut memiliki kisah tersendiri sehingga pantai ini dinamakan demikian oleh warga lokal.
Terlintas juga pertanyaan apakah di sana ada buayanya sehingga pantainya disebut Batu Buaya.
Menjawab pertanyaan itu, berikut ini penelusuran Wartabanjar.com langsung di lokasi.
Asal Usul Nama Pantai Batu Buaya
Warga setempat, Hafsah (47) yang sudah sejak lahir tinggal di Pantai Batu Buaya menceritakan asal usul nama pantai tersebut.
Menurutnya, di sana terdapat batu panjang yang menyerupai badan buaya di pesisir pantai yang tak jauh jaraknya dari titik keramaian pengunjung.
"Sayangnya batu ini hanya bisa kita lihat saat kondisi air surut, ini masih dalam keadaan air pasang, namun banyak warga di sini yang sudah melihat batu itu termasuk saya," kata Hafsah.
Ia melanjutkan, batu itu juga acap kali membuat perahu para nelayan setempat tertabrak hingga terdampar, sebab ketika air surut mayoritas warga yang merupakan nelayan sering mencari ikan ke lokasi dekat batu tersebut.
[caption id="attachment_224960" align="alignright" width="300"]
Hafsah, warga Pantai Batu Buaya, Desa Sungai Cuka, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu. Foto: Wartabanjar.com/Zahidi[/caption]
"Kadang menunggu air pasang dulu baru perahu para nelayan ini bisa jalan lagi, karena pas sudah terdampar di batu itu pasti sulit untuk lepasnya," terangnya.
Bukan tanpa dasar, Hafsah menceritakan pengalaman orangtuanya yang dulu juga nelayan.
Menurut penuturan orangtuanya, batu itu persis memiliki bentuk seperti seekor buaya.
Hafsah menambahkan, Pantai Batu Buaya ini ramai dikunjungi saat akhir pekan, tersedianya banyak spot foto dan pilihan kuliner yang berlimpah, menjadikan pantai itu patut dikunjungi.
Kebanyakan pengunjungnya adalah pelajar.
"Ramai sekali biasanya kalau Sabtu-Minggu, sebab biasanya juga rombongan anak-anak sekolah, dari berbagai daerah berdatangan ke sini," tutup Hafsah. (Zahidi)
Editor: Yayu