Mendikbud Nadiem Makarim Tuai Hujatan Gara-Gara Ini

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Buntut aturan seragam sekolah baru, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menuai hujatan dari sejumlah pihak. Demikian halnya dengan pencabutan Pramuka sebagai Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah.

“Dasar menteri bobrok!” kata Kadee PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahean dalam unggahannya di X, Sabtu (13/04/2024).

Menurut Ferdinand, selama Nadiem menjabat menteri, seragam sekolah terus berubah. Begitu pula dengan buku dari kurikulum yang berubah.

“Seragam dan buku berubah terus, tapi kualitas pendidikan dan kualitas pengajar tidak dipikirkan,” katanya seperti dikutip Wartabanjar.com.

Sementara sebelumnya, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Budi Waseso meminta Nadiem menganulir aturan yang mencabut Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Menurutnya, regulasi yang mencabut Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib itu tidak cukup dengan Peraturan Menteri saja, yakni Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.

Baca juga: Pemancing Dikabarkan Tersambar Petir di Aranio

“Permen itu menurut saya harus dicabut. Karena kalau kita mau memulai dari itu, kita harus secara lengkap proseduralnya. Harus ada izin, keputusan presiden juga. Tidak sertamerta melalui keputusan menteri,” kata Budi Waseso saat baru saja dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (05/04/2024).

Dia mengatakan, Presiden Jokowi sendiri telah berpesan agar benar-benar menjadikan Pramuka sebagai sarana pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Jadi arahan Pak Presiden kami ada terus untuk melakukan pendidikan, pembinaan karakter generasi muda oleh Pramuka. Terutama tadi rasa bela negara, terus nilai-nilai perjuangan dan seluruhnya,” jelasnya.

Dalam unggahannya di X, Presiden Jokowi menyebut, Pramuka penting bagi pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

“Pramuka menjadi suatu wadah penting dalam pengembangan pendidikan serta karakter generasi muda Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Viral ODGJ Tanpa Busana Berkeliaran di Pelaihari

Presiden berharap, Pramuka bisa jadi kekuatan untuk pembentukan karakter.

“Semoga dapat senantiasa meningkatkan kekuatan karakter generasi penerus Indonesia melalui Pramuka,” harapnya.