Sekolah Rakyat Sragen Jadi Titik Balik Hendi, Remaja yang Dulunya Terpaksa Kerja di Bengkel

WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen menjadi titik balik bagi seorang remaja bernama Hendi Saputro. Setelah sempat putus sekolah dan bekerja di bengkel demi membantu keluarga, kini ia kembali mengenakan seragam sekolah berkat program pendidikan gratis dari pemerintah.

Hendi, remaja asal Plosorejo, Bendungan, Kedawung, Kabupaten Sragen, pernah menghadapi masa sulit sejak ibunya meninggal tujuh tahun lalu. Ayahnya terserang stroke dan tidak lagi mampu bekerja, sementara nenek dan kakeknya berusaha bertahan hidup dengan pekerjaan serabutan. Kondisi itu membuat Hendi harus menunda pendidikan setelah lulus SD dan memilih bekerja di bengkel dengan penghasilan sekitar Rp150 ribu per pekan.

Meski kerasnya hidup sempat memadamkan mimpinya, kesempatan datang ketika ia diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen. Program ini memberikan fasilitas lengkap mulai dari tas, laptop, hingga kebutuhan dasar seperti makan tiga kali sehari dan snack. Semua diberikan secara gratis, sehingga Hendi bisa kembali fokus belajar tanpa terbebani masalah ekonomi.

“Banyak banget fasilitasnya, lengkap semua. Gratis semua,” ungkap Hendi dengan penuh syukur. Baginya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk membangun kembali mimpi yang sempat terhenti.