Sementara itu untuk pergerakan pesawat pada H-7 hingga H-3 tercatat mencapai 86 penerbangan.
“Pada 3 – 7 April, jumlah penumpang mencapai 9.692 orang atau rata-rata 1.900 orang per hari.”
“Ini jumlah yang cukup tinggi, karena rata-rata penumpang pada hari biasa berkisar 1.000 – 1.300 orang per hari,” ungkap Nuril Huda.
Nuril Huda menuturkan peningkatan penumpang pesawat dapat dikelola dengan baik berkat kolaborasi di antara stakeholder.
“Layanan berjalan baik kepada penumpang pesawat. Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder, antara lain maskapai, ground handling, AirNav Indonesia, serta dukungan dari Pemprov Jawa Barat, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN.”
“Sehingga Bandara Kertajati dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dalam arus mudik ini,” jelas Nuril Huda.
Keberadaan Bandara Kertajati dalam melayani angkutan lebaran juga diapreasiasi pemudik.
Seperti dituturkan Susyanti, akses ke Bandara Kertajati lebih mudah dari tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah memudahkan, kalau ke jakarta lumayan jauh 6 – 7 jam (dari tempat tinggal), memudahkan, membantu,” ujar Susyanti.
Penumpang pesawat pada periode angkutan lebaran di Bandara Kertajati mayoritas dari tiga maskapai yakni Citilink, AirAsia dan Super Air Jet.
Sementara untuk rute favorit adalah tujuan Denpasar, Kualanamu dan Balikpapan.
Sejumlah penerbangan tambahan juga sudah dioperasikan di penerbangan domestik dan internasional untuk mengakomodir permintaan, yakni di rute tujuan Kualanamu dan Singapura. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







