WARTABANJAR.COM, SURABAYA - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan digelar setelah proses sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pernyataan itu datang dari Ketua DPP PDI-P Said Abdullah. Pernyataan itu makin menguatkan sinyalemen bakal bergabungnya PDI Perjuangan dengan Koalisi Indonesia Maju.Apalagi Fraksi PDI Perjuangan di DPR tak kumjungan Hak Angket di DPR, Namun sebelum bertemu Megawati, menurut Ketua Badan Anggaran DPR RI ini, Prabowo akan lebih dulu bertemu dengan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani. "Sebelum (Prabowo Subianto) bertemu Ibu Megawati, didahului pertemuan dengan Mbak Puan. Itu nanti setelah sidang MK," katanya kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (1/4/2024). Baca juga: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tengah diselidiki Kejaksaan Uni Eropa (EU) terkait vaksin COVID-19. Said memprediksi pertemuan antara Prabowo dan Megawati akan berlangsung sangat akrab dan cair. Sebab, Partai Gerindra dan PDI-P secara ideologi memiliki kesamaan, termasuk kesamaan cara pandang politik dalam membangun bangsa. "Kami dengan Partai Gerindra tidak ada masalah dalam hal ideologi bahkan cara pandang politik. Pertemuan akan berlangsung sangat cair," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com.. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan hubungan antara calon presiden pemenang Pemilu 2024 Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sangat baik. "Kan sejarah membuktikan ada kontestasi yang begitu antagonis 2014-2019. Kita seru banget kan dengan para pendukung Pak Jokowi waktu itu dengan pendukung Pak Prabowo. Tapi Bu Mega dengan Pak Prabowo ketemu santuy-santuy saja, ya kan? Berkomunikasi tetap," tuturnya. Baca juga: Menhan Prabowo Subianto Temui Presiden China Xi Jinping Bahas Penguatan Kerjasama "Bahkan Pak Prabowo di saat-saat seperti itu selalu mewanti-wanti kami nih, 'jangan sampai menyampaikan narasi yang menyerang pribadi Ibu Mega, kalian harus menghormati Bu Mega'. Itu di saat-saat 2014-2019 puncak-puncaknya kontestasi yang kita secara antagonis berhadap-hadapan. Pak Prabowo selalu mewanti-wanti kami begitu respect-nya beliau terhadap Bu Mega," sambung Habiburokhman. Seperti diketahui, Fraksi PDI Perjuangan di DPR merupakan pengusung hak angket pertama kali pasca hasil perolehan suara Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang tersungkur. Mereka berharap DPR melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan yang dilakukan penyelenggara Pemilu. aca juga: Menko Perekonomian Tunggu Surat Panggilan MK Untuk Saksi PHPU Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda hak angklet itu digulirkan. Ketua DPR Puan Maharani sendiri saat ditanya wartawan menyebut, belum ada instruksi ke arah sana. Sampai sekarang publik masih menunggu dan beharap Prabowo dan Megawati segera bertemu. Pertemuan antara Ketua partai diyakini untuk mempersatukan para pendukungnya yang sempat terpecah. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko