Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Realisasi Fisik Kementerian PUPR TA 2023 Capai 97.1%

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan realisasi capaian anggaran TA 2023 dan rencana program kerja TA 2024. Realisasi itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan pada Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Menteri Basuki mengatakan realisasi akhir anggaran Kementerian PUPR TA 2023 mencapai Rp174.57 Triliun atau sebesar 95,90% dari pagu anggaran, dengan realisasi fisik 97,11%. Nilai tersebut lebih tinggi dari realisasi anggaran pada TA 2022 yaitu sebesar 94,03%.

“Pagu awal Kementerian PUPR TA 2023 sebesar Rp125,22 Triliun mengalami penambahan sebesar Rp56,80 Triliun, sehingga pagu akhir menjadi Rp182,02 Triliun. Pagu TA 2023 yang terserap secara efektif tersebut digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung berbagai agenda prioritas nasional,” kata Menteri Basuki seperti dikutip Wartabanjar.com.

Dikatakan Menteri Basuki, pada tahun 2023 sebanyak 13 Program Strategis Nasional (PSN) telah selesai, yakni 6 proyek bendungan, 4 proyek jalan tol, 1 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), 1 proyek rumah susun, dan 1 proyek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Baca juga: Kapolri Pastikan Mengawal Pemudik di Daerah Rawan Kejahatan dan Kecelakaan

“Pada tahun 2023 Kementerian PUPR juga melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah berupa penanganan jalan sepanjang 2.873 km dan jembatan sepanjang 2,7 km dengan biaya sebesar Rp14,6 Triliun. Manfaatnya adalah untuk menangani jalan non nasional yang rusak, meningkatkan kemantapan jalan
daerah, membuka akses dari keterisolasian,” kata Menteri Basuki.

Di samping pelaksanaan Inpres Jalan Daerah, dilaksanakan juga Program Padat Karya TA 2023 sebesar Rp15,18 Triliun, dengan capaian serapan anggaran sebesar Rp13,93 T (91,76%) yang menyerap tenaga kerja sebanyak 763 ribu orang, melampaui dari target sebanyak 723 ribu orang.

“Pada tahun 2023 Kementerian PUPR juga melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di beberapa daerah, antara lain di Sulawesi Tengah dengan anggaran sebesar Rp2,12 triliun dan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan anggaran sebesar Rp1,13 Triliun. Untuk penanganan pascabencana di Sulawesi Tengah, beberapa infrastruktur telah diresmikan Presiden beberapa waktu lalu,” kata Menteri Basuki.

Secara garis besar, Menteri Basuki menyampaikan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur pada tahun 2023, antara lain Infrastruktur Sumber Daya Air terdapat 6 bendungan selesai yaitu Bendungan Lolak (Sulut), Tiu Suntuk (NTB), Karian (Banten), Cipanas (Jabar), Sepaku Semoi (Kaltim), dan Ameroro (Sultra). Selain itu juga terdapat 50.477 Ha pembangunan jaringan irigasi, 426.237 Ha rehabilitasi jaringan irigasi, 3,39 m3/dtk penyediaan air baku, serta 150,35 km pengendali banjir dan pengaman pantai.

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan penambahan anggaran sebesar Rp2,37 Triliun dari pagu awal Kementerian PUPR TA 2024 sebesar Rp147,37 Triliun menjadi Rp149,74 Triliun. Besaran anggaran tersebut diprioritaskan pada program nasional sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2024 ‘Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

PUPR Dapat Tambahan  mengatakan dalam pelaksanaan program belanja infrastruktur TA 2024 Kementerian PUPR fokus pada penyelesaian pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan (Multi Years Contract), mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terbangun melalui pendekatan Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR), dan pembangunan infrastruktur sesuai Direktif Presiden.