Sedangkan untuk tingkatan dosa yang mendapat ampunan dari Allah swt, menurut ulama terdapat tiga pendapat: Semua dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar. Ini pendapat dari Ibnu Mundzir. Hanya untuk dosa-dosa kecil. Ini pendapat An-Nawawi dan Imam Al-Haramain. Dosa kecil diampuni, sedangkan dosa besar diringankan. “(Dia akan diampuni) yang jelas maksudnya adalah untuk dosa-dosa kecil dan besar, dan Ibnu Mundhir menegaskan makna tersebut. An-Nawawi mengatakan bahwa itu khusus untuk dosa-dosa kecil, pendapat ini ditegaskan oleh Imam Haromain. Iyadl menyatakan ini pendapat Ahlus Sunnah. Sebagian ulama berkata, bisa jadi maksudnya mengurangi dosa besar jika tidak ditemui dosa kecil.” (Abdurrahman, Tuhfatul Ahwadzi, Juz IV, Halaman 244).
Kemudian jika tidak ditemukan dosa kecil dan besar, maka puasa dan shalat malam di bulan Ramadhan dapat menaikkan derajat di surga. An-Nawawi berkata: “Amalan-amalan yang dapat menghapus dosa, itu jika ditemukan amal buruk, maka dihapuskan jika dosanya kecil, dan dikurangi jika dosanya besar, jika tidak ada amal buruk, maka akan menambah derajat seseorang di surga.” (Abdurrahman, Tuhfatul Ahwadzi, IV/244).
Demikian penjelasan hadits ampunan dosa bagi orang yang puasa dan shalat malam di bulan Ramadhan, semoga kita dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan penuh keyakinan dan ikhlas mencari pahala dari Allah swt. Amîn yâ rabbal âlamîn. Wallaahu a’lam. (Ustadz Muhammad Zainul Millah, Pengasuh Pesantren Fathul Ulum Wonodadi Blitar Jawa Timur, NU Online)







