Tradisi Keagamaan Islam Champa Di Indonesia Yang Jarang Diketahui Publik
Antoine Cabaton seperti dikutip Wartabanjar.com dalam “Les Chams Musulmans de l’Indochine Francaise” (1907), mengungkapkan bahwa orang-orang Cam Bani (orang Champa muslim) di Binh-thuan setelah melakukan upacara pemakaman anggota keluarganya yang meninggal dunia, mengadakan upacara peringatan pada hari ke-3, ke-7 ke-10, ke-30, ke-40, ke-100, dan ke-1000.
Baca juga: Jaga Stok dan Harga Pangan Selama Ramadhan dan Idul Fitri, Bulog Perkuat Sinergi
Masih menurut Antoine Cabaton, orang-orang Champa selain melaksanakan tradisi keagamaan memperingati hari kematian seseorang, juga menjalankan peringatan haul tahunan, perayaan Hari Asyura, Maulid Nabi Saw, upacara menikahkan anak, dan adat kebiasaan Melayu- Polinesia lainnya. Berdasar uraian Antoine Cabaton, dapat disimpulkan tradisi peringatan hari kematian seseorang, peringatan haul, perayaan Hari Asyura, Maulid Nabi Saw, dan berbagai adat kebiasaan Melayu- Polinesia lain yang dijalankan penduduk muslim Nusantara adalah akibat pengaruh dari tradisi keagamaan muslim Champa yang dibawa oleh dua bersaudara Raden Rahmat dan Raden Ali Murtadho.
Menurut Antoine Cabaton, sebuah peringatan dimulai dengan doa yang disebut orang Bani ( Champa muslim) ngap kamrwai, bersembahyang, yaitu membaca sunsamillah (bismillâh) disusul dengan phwatihah (fâtihah) dan pujaan kepada para Po Yang (Pu Hyang), dan kepada arwah leluhur dan kemudian ditutup dengan jamuan makan di mana Ong Gru (tuan guru) bersama imamnya dipersilakan untuk makan lebih dulu.
Tradisi keagamaan yang dijalankan orang orang Champa muslim ini tidaklah berbeda jauh dengan yang dijalankan umat Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, yang disebut kenduri yang sebelum membaca doa-doa Islam didahului oleh apa yang disebut ujub, yaitu pernyataan dari pemimpin upacara tentang niat orang yang punya hajat, memohon restu leluhur, memberikan “hidangan” kepada ruh- ruh leluhur, ruh pelindung desa, membaca Alfatihah berkali-kali yang hadiah pahalanya dikirimkan kepada arwah dimaksud.