Rahmat mengaku, dalam perjalannya tugas sebagai tentara di banyak daerah, kadang harus mengelus dada dengan sabar melihat kebijakan para politis yang dia anggap tidak berpihak pada masa depan rakyat yang menjadi konstituennya.
“Kadang geregetan juga, tapi saat itu saya tidak bisa berbuat banyak. Tentara tidak memiliki kebijakan. Nah, sekarang saya sudah memutuskan. Saya pilih Nasdem, karena visinya berjuang dengan gagasan. Dan saya melihat komitmen partai ini untuk mencoba mendewasakan politik kita,” pungkasnya. (*)
Editor : Hasby







