Sudah Habiskan Rp897 Triliun, Israel Belum Bisa Taklukkan Hamas

“Jika pasar melihat bahwa Israel sedang bergerak menuju peningkatan utang yang berkepanjangan, hal ini kemungkinan akan menyebabkan peningkatan imbal hasil, depresiasi dan inflasi, sehingga diperlukan suku bunga bank sentral yang lebih tinggi,” katanya dikutip dari Reuters, Selasa (2/1).

Amir menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ini lamban mengambil keputusan dalam menyesuaikan anggaran seperti mengurangi alokasi anggaran yang tidak penting di kementerian. Karena kejadian ini, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan negara mereka defisit anggaran 6 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.

Meski sudah menghabiskan ratusan triliun, sampai saat ini Israel tak mampu menaklukkan pejuang Hamas.

Sampai saat ini Hamas masih mampu melakukan perlawanan sengit bahkan melakukan serangan balasan berbahaya. (ernawati/berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi