“Jadi beliau tidak ada dropnya, tadi kira-kira jam 09.00 WIB, beliau bangun dari tempat tidur berdiri kira-kira semenit, lalu minta tidur kembali, begitu mau tidur dalam keadaan berdiri, maaf saja beliau sudah tidak ada napas lagi, jadi enggak ada tanda-tanda beliau drop,” jelas Petrus.
Petrus mengatakan, riwayat sakit Lukas Enembe ada dan terdokumentasi. “Kalau tak salah beliau sudah 15 kali cuci darah. Saya seminggu tiga kali bertemu beliau,” jelasnya.
Saat ini, jenazah Lukas Enembe masih disemayamkan di rumah duka Sentosa, sebelum rencananya akan di terbangkan ke Papua pada Rabu (27/12/2023) besok. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







