Kasus Kematian Balita di Landasan Ulin Banjarbaru, Keluarga Ungkap Alasan Lapor ke Polisi
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Keluarga balita NS yang meninggal dunia di Landasan Ulin, Banjarbaru, mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi tubuh korban sebelum dimakamkan.
Kerabat korban, HK, mengatakan keluarga menerima foto kondisi NS yang memperlihatkan luka di sejumlah bagian tubuh.
Dari foto tersebut, keluarga meyakini kematian anak berusia tiga tahun itu tidak wajar.
“Ulun kada ke sana, tapi dikirimi foto-fotonya. Dari foto itu sudah kada wajar, kaki, tangan, muka dan sekujur tubuhnya penuh luka,” ujar HK, Minggu (7/6/2026).
Menurut HK, temuan tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga besar ayah korban.
Laporan ke polisi selanjutnya dilakukan oleh NH yang merupakan adik ayah korban.
“Yang melapor ading ulun, NH. Karena NH adik dari abahnya korban, jadi lebih kuat kalau NH yang melapor. Sedangkan ulun cuma sepupu sekali aja,” ungkapnya.
HK mengungkapkan kedua orang tua NS telah berpisah.
Setelah itu, korban tinggal bersama ibu kandungnya berinisial SF dan ayah sambungnya.
Peristiwa yang menimpa NS meninggalkan duka sekaligus penyesalan bagi keluarga ayah korban.
Mereka mengaku tidak pernah membayangkan kejadian tersebut berakhir dengan kehilangan nyawa seorang anak yang selama ini masih menjadi bagian dari keluarga mereka.
“Kalau tahu bakal kaya ini kami paksa ambil NS,” ucap HK.
Penyesalan itu semakin mendalam karena keluarga ayah korban mengaku sudah lama tidak leluasa bertemu dengan korban sejak kedua orang tuanya balita itu berpisah.
HK menyebut keluarga bahkan kesulitan untuk melihat langsung kondisi NS dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami pihak ayahnya NS sudah lama ditangati (dilarang) melihat NS nih,” tuturnya.
BACA JUGA: Kematian Balita di Landasan Ulin Banjarbaru, Ibu Kandung Diamankan Polisi
Baca Juga: Kematian Balita di Landasan Ulin Banjarbaru Diduga Tak Wajar, Polisi Bongkar Makam
HK mengenang NS sebagai sosok anak yang cantik dan menggemaskan.
“Anaknya nih masyaallah cantik. Dulu pernah umpat nininya, berisi awaknya,” ingatnya.