Waspada Sebar Konten Saat Kampanye Pemilu 2024

Dengan demikian masyarakat tidak terjebak menyebarkan konten hoaks di media sosial.

“Jadi kebiasaan share ini memang baik kalau informasinya positif, yang menyebarkan kebaikan, tapi kalau menyebarkan keburukan kan itu satu hal yang kita hindari,” tukas dia.

Wamenkominfo mengatakan, saat ini teknologi untuk memproduksi hoaks maupun disinformasi sudah semakin canggih karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) termasuk deep fake.

Bahkan, beberapa konten yang dibuat dengan baik oleh AI dapat mengelabui para pakar yang mengira konten tersebut adalah benar terjadi.

“Itu bisa mengelabui bahkan oleh orang-orang yang kita anggap sudah expert sekalipun, itu banyak yang terkecoh,” ungkap Nezar Patria.

Dia juga meminta masyarakat lebih meningkatkan kehati-hatian dalam mencerna berbagai informasi di internet di tengah semakin pesatnya kemajuan teknologi saat ini.(kominfo)

Editor Restu