WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Tim Posko Induk Sekumpul bersama Pemkab Banjar dan stakeholder merilis rute untuk para jemaah dan stiker Haul Abah Guru Sekumpul ke-19. Hal ini juga sudah dibahas dalam rakoor persiapan Haul Abah Guru Sekumpul di Aula Barakat beberapa waktu lalu bersama Bupati Banjar H Saidi Mansyur. Lebih detail, jamaah yang melintasi jalan A Yani menuju Martapura akan memakai stiker berwarna biru apapun asal daerahnya. "Jalur tersebut terbagi jadi dua yakni jalur sayap kiri dan jalur poros," ungkap Haji Abdel selaku Tim Posko Induk Sekumpul. Baca Juga Cuaca Panas Saat Musim Hujan, ini Kata BMKG  Jalur sayap kiri digunakan untuk para jemaah yang berasal atau melintasi daerah Muara Teweh, Ampah, Pasar Panas, Kalua, Hulu Sungai Utara, Nagara, dan Margasari. Sedangkan jalur poros A Yani digunakan untuk jemaah yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Tanjung, Balangan, Tapin menuju Martapura. Selanjutnya, jamaah yang melintasi jalur sayap kanan menuju Martapura akan memakai stiker berwarna kuning apapun asal daerahnya. "Sayap kanan meliputi wilayah Tanah Laut, Kiram, Mandiangin, Cempaka Banjarbaru atau jamaah dari provinsi tetangga yang melintas melakui Grogot dan Tanah Bumbu," ungkapnya lagi. Kemudian, jemaah yang menuju Sekumpul melintasi Banjarmasin, Banjarbaru, Batola dan Sungai Tabuk apapun asalnya akan memakai stiker berwarna merah dan terbagi jadi empat jalur. Jalur I untuk jemaah yang berasal dari Palangkaraya dan Banjarmasin dipersilakan melintasi jalur Sungai Tabuk, Martapura Lama, menuju Jalan Veteran. Jalur II untuk jemaah yang melintasi jalan Gubernur Syarkawi bisa melintasi jalan Karang Anyar (jalur bandara baru) untuk menuju Jalan Panglima Batur atau Jalan Veteran. Jalur III diperuntukkan bagi jemaah yang melintasi jalur poros A Yani menuju Bundaran Simpang Empat Banjarbaru. Sedangkan Jalur IV diperuntukkan bagi jemaah yang melintasi jalan Trikora dan diarahkan ke Jalan Jeruk Sungai Ulin, Banjarbaru. "Diharapkan stiker-stiker tersebut dipasang sesuai jalur yang sudah kita umumkan dan para jamaah mematuhi arahan petugas," ujar Haji Abdel lagi. Ia juga menegaskan agar stiker-stiker tidak ditambah dengan logo apapun termasuk logo resmi posko induk hingga unsur politik. (nurul octaviani) Editor Restu