WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Semrawutnya kabel fiber optik di Kota Banjarbaru ditanggapi serius oleh Pemko Banjarbaru. Hal ini dibuktikan dengan adanya program Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di awal tahun 2024. “Melihat adanya kesemrawutan kabel dan jaringan optik yang mengganggu keindahan Kota Banjarbaru, kita akan melakukan program SJUT,” ungkap Asep melalui pesan Whatsapp pada Selasa (5/12/2023) siang. SJUT merupakan pemasangan instalasi jaringan fiber optic provider, saluran PLN dan PDAM melalui bawah tanah maupun udara. Baca Juga Dua Pelajar Terkapar di Simpang Empat Tatah Pemangkih  Kabel-kabel semerawut yang bergelantungan di udara. Awal penerapan SJUT akan diterapkan di dua kecamatan Banjarbaru. “Nanti di Kecamatan Banjarbaru Utara dan Selatan akan menggunakan tiang bersama, sementara di Jalan Panglima Batur akan dibangun di dalam tanah yang akan rencananya akan dikerjakan oleh PUPR Banjarbaru,” jelas Asep lagi. Sementara di wilayah jalan nasional, Pemko Banjarbaru harus mendiskusikan dulu dengan Balai Jalan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Secara geologis, wilayah Banjarbaru memungkinkan untuk melakukan penanaman kabel dalam tanah atau underground. Bagaimana dengan wilayah rawan banjir seperti Cempaka? “Di Cempaka rencananya menggunakan kabel udara (tiang) dan sudah ada beberapa operator yang berjalan,” jawabnya. Pantauan wartabanjar.com di lapangan, kabel yang semrawut dan menjuntai di wilayah Banjarbaru terlihat di beberapa titik. Seperti yang ada di Jalan A Yani km 34. Tidak hanya mengganggu pemandangan, kabel tersebut juga membahayakan apabila truk ingin mengantar barang ke toko-toko retail yang ada di kawasan tersebut. “Kabel yang semrawut tidak bisa ditangani sepihak oleh Pemko Banjarbaru karena belum ada data yang valid terkait pemilik kabel,” tambah Asep Sejauh ini, ada 3000 tiang jaringan fiber optic yang terdaftar dan tidak terdaftar. Pemko Banjarbaru akan melakukan pendataan dan membuat database berisi pemilik kabel agar segara bisa merapikan kabel dan menjalankan program SJUT Menurut Devi, warga Banjarbaru, kabel menjuntai dan semrawut membahayakan pengguna jalan. Jika melihat betapa semerawutnya kabel-kabel itu, Pemko Banjarbaru harus memprioritaskan program penanaman kabel di tengah kota “Itu membahayakan masyarakat yang melintasi jalan umum juga. Kalau truk bermuatan lebih lewat bisa sangkut, pastinya yang repot juga pemerintah,” ujar Devi. Devi juga mendukung program SJUT yang akan dilakukan Pemko Banjarbaru. Menurutnya, program penanaman kabel di bawah tanah memiliki dampak positif bagi keindahan kota, efiesiensi lahan, dan keselamatan. (nurul octaviani) Editor Restu