Sikap Baik dan Manusiawi Pasukan Hamas ke Tawanan Israel Jadi Sorotan
Ukuran Huruf:
Justru tak ada raut ketakutan yang terpancar dari wajah para sandera.
Bahkan, tak sedikit dari mereka yang melayangkan senyuman dan melambaikan tangan saat hendak dipulangkan ke negara mereka.
Tak hanya itu, para pejuang Hamas juga dengan lembut merangkul para sandera untuk menuntun ke mobil yang akan mengantarkan mereka kembali ke keluarganya.
Tentu saja ini bukti bahwa pejuang Hamas sangat menjunjung tinggi kemanusiaan terlebih terhadap warga sipil.
Banyak yang bilang tatapan Maya Regev kepada seorang pejuang Hamas adalah tatapan jatuh cinta. Ada yang mengaitkan dengan Stockholm syndrome. Apa itu? Suatu "gangguan psikologis", di mana korban penculikan justru memiliki rasa kasih sayang dan empati terhadap pelaku penculikan.… pic.twitter.com/o2ZD8DdNVw
Jangan baper sama Abang Hamas dik, Sifat gentle dan kemuliaan mereka tidaklah diperuntukkan membuatmu jatuh hati, melainkan demi kemerdekaan dan cinta kepada Allah semata. pic.twitter.com/AUa0kyby8V
View this post on InstagramIDF vs. Hamas dalam memperlakukan tawanan. Jelas keliatan bedanya mana tentara penjajah dan mana pejuang kemerdekaan. 👍 pic.twitter.com/KjalZUiQYr
Tak hanya itu, dari kabar yang beredar, tentara Zionis bahkan melarang dan mengancam warga Israel yang menjadi tawanan Hamas untuk mengatakan ke publik tentang perlakuan baik Hamas ke mereka. (yayu/berbagai sumber)Editor: Yayu