Baca juga: Firli Bahuri Terancam Pidana Seumur Hidup, Kasus Pemerasan Pimpinan KPK Terhadap SYL
“Saat Hp disita, korban nesu masuk kamar,” katanya.
Orang tua korban tak curiga apapun. Korban dikira tidur.
Pada sore harinya, orang tua korban bermaksud membangunkan korban untuk belajar di TPQ.
Namun, pintu kamar dikunci dari dalam.
“Setelah berhasil masuk ke kamar, ternyata korban sudah gantung diri,” tuturnya.
Ia mengaku prihatin dengan kejadian tragis seperti itu. Tak pernah ada bayangannya anak SD memilih bunuh diri gegara marah Hpnya diambil orang tuanya.
“Psikologi anak sekarang memang berbeda jauh. Anak sekarang sangat rentan emosionalnya,” kata dia.
Untuk antisipasi kejadian serupa tak terulang, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama guru-guru agar kejadian seperti itu tak terjadi lagi.
Ia juga meminta orang tua dan masyarakat untuk ikut mengawasi dan mendidik anak-anaknya.
“Pendampingan dari orang tua sangat penting,” ujarnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi






