Beredar Penipuan Catut Nama Direksi Pegadaian Kirim Surat ke Bank, Begini Modusnya
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - PT Pegadaian mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait adanya modus penipuan yang mencatut nama direksi.
Belakangan ini memang beredar penipuan yang mengatasnamakan Direksi PT Pegadaian.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Yudi Sadono akhirnya angkat bicara.
Yudi meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap hoax dan upaya penipuan yang mencatut nama Pegadaian.
"Saat ini beredar upaya penipuan yang mengatasnamakan Direktur Utama, Damar Latri Setiawan dan eks Direktur Keuangan, Ninis Kesuma Adriani," ungkap Yudi.
"Tidak main-main, modusnya dengan cara mengirimkan surat permintaan kepada sebuah bank untuk melakukan pendebetan sejumlah uang dengan nominal yang sangat besar."
"Selanjutnya pihak bank diminta mentransfer uang tersebut ke nomor rekening pribadi penipu. Informasi ini jelas palsu, mengingat seluruh kegiatan finansial Pegadaian dilakukan secara resmi melalui akun rekening perusahaan," tuturnya.
Yudi juga mengungkapkan bahwa saat ini beredar nomor Telegram dan Whatsapp palsu yang mengaku sebagai Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan.
Adapun modus penipuan itu para pelaku mencoba menghubungi beberapa kolega yang merupakan pejabat tinggi perusahaan dan instansi.
Hal itupun langsung dibantah Yudi selaku perwakilan dari Pegadaian.
Yudi kembali menekankan agar masyarakat tidak mudah tertipu.
"Sekali lagi diimbau agar masyarakat lebih cermat dan cerdas dalam mencerna segala bentuk informasi, baik mengenai produk, promo, rekrutmen, lelang, apalagi surat berharga dan penting seperti ini," kata Yudi.
"Sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu terkait informasi yang didapatkan agar terhindar dari penipuan, masyarakat dapat memvalidasi kepada kami baik melalui pesan Whatsapp atau media sosial," sambungnya.
Pihak Pegadaian pun saat ini menyediakan pusat informasi untuk masyarakat.
Masyarakat bisa melakukan onfirmasi melalui outlet Pegadaian terdekat, call center 1500 569 atau Whatsapp resmi 0811 1500 569. (ernawati/rls)
Editor: Erna Djedi